Peternakan Hewan Kecil di Indonesia/ Small Animal farm in Indonesia FOR JUNIOR HIGH SCHOOL GEOGRAPHY


Peternakan Hewan Kecil di Indonesia

(Sumber: Pramudiwati, Riana. 2003. Geografi Untuk Kelas 2 Sekolah Menengah Pertama.Klaten: PT IntanPariwara.)

                Peternakan adalah usaha pemeliharaan ternak yang diambil manfaatnya untuk berbagai keperluan hewan. Hewan yang sengaja di pelihara diambil manfaatnya untuk keperluan disebut hewan ternak. Secara garis besar, hewan terbak di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga jensi yaitu hewan asli Indoneia (hewan ternak local atau native), hewan ternak impor, hewan ternak hasil perkawinan silang antar hewan ternak local dan impor yang disebut hewan ternak peranakan. Peternakan di Indonesia pada umumnya merupakan usaha sampingan yang dilakukan secara kecil-kecilan sebagai usaha rumah tangga dengan cara sederhana.

Ciri-ciri peternakan tradisional:

Ø  Jumlah ternak yang diusahakan tidak banyak,

Ø  Menggunakan teknologi sederhana,

Ø  Hanya sebagai usaha sampingan, serta

Ø  Bersifat  padat karya dan hanya dimanfaatkan tenaganya.

Bagi masyarakat pedesaan, usaha peternakan bertujuan untuk:

Ø  Sebagai sumber penghasilan bagi keluarga,

Ø  Sebagai tenaga pembajak lahan sawah,

Ø  Untuk meningkatkan status social di masyarakat, dan

Ø  Sebagai penghasil pupuk kandang.

Peternakan hewan kecil adalah peternakan hewan berkaki empat yang menghasilkan daging, kulit, bulu, dan kotoran. Jenis hewan ternak pada peternakan hewan kecil antara lain kambing, domba, dan babi.

a) Kambing. Jenis kambing yang diternakan di Indonesia dapat dikelompokkan tiga jenis yaitu kambing local, kambing impor, kambing peranakan. Di antara beberapa jenis kambing local Indonesia yang terkenal adalah “kambing kacang” yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. “kambing kacang” merupakan tipe ternak pekarangan, berbadan kecil, lahan derita, lincah, serta mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya. Kambing kacang diternakkan untuk dimanfaatkan daging, susu, dan sebagai hewan kurban (Islam). Jenis kambing impor yang biasa diternakkan antara lain kambing soanen dan kambing toggenburgs (dari Swiss), kambing benggala, dan kambing ettawa (dari India) serta kambing angora (dari Turki). Kambing soanen, kambing toggenburgs, dan kambing benggala dikenal sebagai kambing penghasil susu. Kambing etawa berbadan besar, berhidung melengkung, serta bertelinga besar dan panjang terkulai ke bawah. Kambing ini dikenal sebagai penghasil daging. Kambing angora dikenal sebagai penghasil bulu. Perkawinan silang antara kambing ettawa dengan kambing local Indonesia melahirkan “kambing jawarandu” atau kambing peranakan etawa (PE). Kambing peranakan etawa diternakkan untuk dimanfaatkan susunya. Peternakan kambing etawa di Indonesia terdapat di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo (Jawa Tengah), dan kabupaten Lumajang (Jawa Timur).

b) Domba. Doma juga disebut biri-biri atau kambing gibas yaitu kambing yang berbulu tebal. Domba diternakkan untuk dimanfaatkan daging susu, kulit, bulu, dan sebagai hewan aduan. Bulu domba dimanfaatkan untuk bahan pembuat kain wol. Domba diternakkan di Indonesia terdiri atas domba local Indonesia dan domba impor. Jenis domba local yang terkenal adalah domba garut atau domba priangan, domba ekor gemuk, domba ekor tipis. Domba garut banyak terdapat di daerah Garut, Ciamis, Bandung, dan Tasikmalaya (Jawa Barat). Domba garut sangat digemari para peternak karena domba jantan sering dimanfaatkan untuk sebagai sarana atraksi adu domba. Bulu domba garut dapat dimanfaatkan untuk membuat permadani kasar, topi, dan tas. “Domba ekor gemuk” banyak terdapat di Jawa Timur. Ciri khas domba ekor gemuk adalah berekor panjang, lebar, dan besar serta berbulu kasar. Ekor domba digunakan sebagai tempat menyimpan lemak. Pada waktu musim paceklik, simpanan lemak dapat digunakan sebagai cadangan makanan. “Domba Ekor Tipis” merupakan jenis domba local yang populasinya meliputi 50% dari seluruh populasi domba di Indonesia. Domba ekor tipis banyak terdapat di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Domba ekor tipis sangat menguntungkan karena tidak mengenal musim kawin dan bersifat prolific, yaitu sering melahirkan kembar. Jenis domba impor yang diternakkan di Indonesia antara lain domba texel (dari Belanda), domba rambouilet (dari Perancis), domba Barbados (dari Amerika Tengah), domba merino (dari Australia), domba shutdown, dorset, dan Suffolk (dari Inggris), serta domba dorper dan katahdin(dari Amerika Serikat). Domba merino dan domba rambouilet dikenal sebagai domba penghasil wol yang baik. Domba shoutdown merupakan domba penghasil daging yang paling baik. Peternakan domba di Indonesia terdapat di Pulau Jawa dan Pulau Madura, SumateraUtara, Nanggro Aceh Darussalam, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara, dan Kalimantan Tengah.

c) Babi. Babi diternakkan untuk dimanfaatkan dagingnya. Jenis babi local di Indonesia antara lain babi Karawang, babi Tangerang, babi Tapanuli, babi Nias, dan Babi Bali. Jenis babi impor yang didatangkan di Indonesia antara lain jenis: Yorkshire, VDL, VNL, dan Saddleback. Babi Saddle back adalah jenis babi impor dari Inggris yang warna kulit tubuhnya hitam dan bergaris putih di bagian perutnya seperti ikat pinggang. Peternakan babi di Indonesia terapat di Pulau Bali, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Riau, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Small Animal farm in Indonesia 

(Source: Pramudiwati, Riana., 2003. Geography For Class 2 High School Pertama.Klaten: PT IntanPariwara.) 

Livestock is a livestock-raising efforts are taken advantage of animals for various purposes. Animals were deliberately taken advantage maintained for the purposes referred to livestock. Broadly speaking, animals terbak in Indonesia are grouped into three jensi native Indoneia (local livestock or native), import of livestock, livestock result of cross-breeding between local and imported cattle called cattle breed. Livestock in Indonesia is generally a side business is done on a small scale as household businesses with a simple way. 

The characteristics of traditional farm: 

 The number of cattle that are not much cultivated, 

 Using simple technology, 

 Just as a sideline, and 

 Equity intensive and only used his strength. 

For rural communities, livestock operations aimed at: 

 As a source of income for the family, 

 As the power pirates wetland, 

 To enhance the social status in the community, and 

 As the producer of manure. 

Animal agriculture is a small four-legged animal farms that produce meat, leather, fur, and dirt. Types of livestock on a small farm animals such as goats, sheep, and pigs. 

a) Goat. Types of goats bred in Indonesia can be classified three types of local goats, sheep imported goat breed. Among the several types of local goat Indonesia is the famous "goat nuts" widespread throughout Indonesia. "Goat nuts" is a type of cattle yards, being small, the land suffers, agile, and able to adapt well to their environment. Goat beans bred to be used for meat, milk, and as sacrificial animals (Islam). Common types of imported farmed goats among other goats and goat soanen toggenburgs (from Switzerland), Bengal goat, and goat Ettawa (from India) and angora goats (from Turkey). Soanen goat, goat toggenburgs, and is known as the Bengal goat milk-producing goat. Etawa large body, curved nose, large ears and long and droop down. This is known as a producer of goat meat. Known as a producer of angora goat hair. Intermarriage between local goat with goat Ettawa Indonesia spawned "jawarandu goats' or sheep breed etawa (PE). Goat breed reared Etawa for milk used. Etawa farms in Indonesia are in District Kaligesing, Purworejo (Central Java), and the district Lumajang (East Java). 

b) Lamb. Doma also called a sheep or goat is a goat Gibas woolly. Sheep are farmed for meat used milk, leather, fur, and as an animal complaint. Fleece material used for making woolen cloth. Sheep are farmed in Indonesia Indonesia consists of local sheep and lamb imports. Type the famous local sheep are sheep or lamb Priangan arrowroot, sheep tail fat, thin tail sheep. Sheep arrowroot numerous in areas Garut, Ciamis, Bandung and Tasikmalaya (West Java). Arrowroot is a favorite sheep breeders because the ram is often used as a means to provoke attraction. Arrowroot fleece can be used to create rough rugs, hats, and bags. "Fat tail sheep" are common in East Java. Characteristic is fat-tailed sheep tail length, width, and large and shaggy. Sheep used as a place to store fat. At the time of the famine, fat deposits can be used as food reserves. "Thin Tailed Sheep" is a kind of local sheep whose population includes 50% of the entire population of sheep in Indonesia. Thin tail sheep are common in West Java, Central Java and East Java. Thin tail sheep is very advantageous because it does not know and is prolific breeding season, which often bear twins. Types of imported sheep are bred in Indonesia, among others Texel sheep (from the Netherlands), sheep rambouilet (from France), Barbados sheep (of Central America), merino (from Australia), sheep shutdown, dorset, and Suffolk (England), and dorper and Katahdin sheep (from the U.S.). Rambouilet merino sheep and is known as a good wool-producing sheep. Shoutdown sheep is sheep meat producer best. Sheep farms in Indonesia are on Java and Madura Island, SumateraUtara, Nanggro Aceh Darussalam, Jambi, South Sumatra, Lampung, Central Sulawesi, South Sulawesi, South Kalimantan, Nusa Tenggara, and Central Kalimantan. 

c) Pig. Pigs raised for meat used. Types of local pigs in Indonesia, among others Falkirk pigs, pig Tangerang, Tapanuli pig, pig Nias, and pigs in Bali. Types of imported pork imports in Indonesia, among others types: Yorkshire, VDL, VNL, and Saddleback. Saddle back pigs is the kind of pork imported from England that his skin color of black and white stripes in the stomach like a belt. Terapat pig farms in Indonesia on the island of Bali, West Jakarta, North Sumatra, Central Java, East Java, Central Kalimantan, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, Riau, South Sulawesi, and North Sulawesi. 


0 comments:

Post a Comment