Masa Shogumat, Daimyo (Samurai), dan Shogun di Jepang/ Shogumat period, Daimyo (Samurai), and Shogun in Japan FOR JUNIOR HIGH SCHOOL HISTORY


Masa Shogumat, Daimyo (Samurai), dan Shogun di Jepang

(Sumber: Buku Sejarah 1 untuk Sekolah Menengah Pertama)

Rakyat Jepang percaya bahwa Kaisar Jepang yang pertama yaitu Kaisar Jimmu adalah ketrunan langsung dari dewi Matahari. Kaisar Jimmu naik takhta kurang lebih tahun 660 Sebelum Masehi. Semua Kaisar yang memerintah Jepang adalah keturunan Jimmu. Pada tahun 375 Masehi, seorang Tenno atau Kaisar puteri bernama Jinggo (Djingo) naik takhta kerajaan Jepang.

                Ia berhasil menaklukan sebagian Korea. Sejak itu, hubungan Jepang dengan Korea menjadi erat. Dengan melalui Korea, orang Jepang berkenalan dengan kebudayaan Cina. Jepang banyak meniru kebudayaan dan buah pikiran Cina. Tetapi ketika Shotoku Taishi menjadi Kaisar, ia mengadakan hubungan langsung dengan Cina. Ia mengirimkan perutusan ke Cina. Kemudian ia mengirimkan orang lagi dengan tugas mempelajari kebudayaan Cina yang pada waktu itu sudah tinggi tingkatannya. Karena itu terjalinlah hubungan yangtetap antara Cina dengan Jepang, terutama pada jaman pemerintahan Dinasti Tang (618-907) di Cina. Memang pada jaman Tang kebudayaan Cina mencapai puncak kebesarannya. Pada jaman itu juga agama Budha berkembang pesatnya di Cina.

                Sejalan dengan perkembangan agama Buddha, berkembang pula kesenian dan ilmu pengetahuan di Jepang. Kesenian Cina menjadi contoh kesenian Jepang. Kedudukan tinggi dan penting di Jepang pada waktu itu adalah di tangan tuan tanah dan kaum militer. Kedua golongan ini merupakan golongan bangsawan. Orang golongan bangsawan selalu berusaha keras supaya mereka bisa mempergunakan atau memperalat kaisar. Bagi masyarakat Jepang, kaisar dianggap setengah Dewa. Kaisar sangat besar kekuasaannya. Agama Shinto yang memuja para leluhur membantu menjadikan rakyat dapat menerima segala tindakan dari Kaisar dan selalu setia kepada penguasa. Tetapi seringkali pula Kaisar (Tenno) itu hanya sebagai boneka saja. Meskipun yang menjadi kaisar itu selamanya orang dari keluarga Tenno, namun sesungguhnya Tenno hanya sebagai boneka belaka. Yang sesungguhnya berkuasa adalah orang dari keluarga lain keluarga militer atau bangsawan yang saling berebut kekuasaan. Seorang bangsawan militer dinamakan “Daimyo”. Seorang Daimyo selalu mempunyai tentara yang terdiri dari kaum “Samurai”.

                Seorang Samurai ialah seorang yang sejak mudanya dilantik menjadi prajurit dengan maksud hendak membaktikan diri kepada seorang Daimyo. Kaum samurai adalah “kasta prajurit” yang menjunjung tinggi segala sifat keprajuritan, senjata utamanya adalah pedang.

                Kaum Samurai harus memegang teguh ajaran “bushido” yaitu menjunjung tinggi kehormatan nusa dan bangsa, patuh kepada pemimpin, kerelaaan dan kesediaan berkorban, keberanian, jujur, dan lain-lain.

                Di antara Daimyo yang paling berkuasa adalah keluarga Taira dan Mainamoto. Kedua kepala keluarga itu membantu Kaisar untuk menundukkan keluarga Fujiwara (Fudjiwara) yaitu suatu keluarga bangsawan lain yang berhasil “merebut” kekuasaan Tenno. Tetapi kemudian antara keluarga Taira dan keluarga Minamoto terjadi perselisihan dan berakhir dengan kemenangan keluarga Taira. Semua pemimpin keluarga Minamoto terbunuh kecuali empat orang. Seorang di antaranya ialah anak laki-laki berumur 12 tahun, bernama Yoritomo. Kelak Yoritomo menjadi musuh paling sengit dari keluarga Taira untuk menuntut balas. Yoritomo berhasil, keluarga Taira dibinasakan.

                Yoritomo tidak menurunkan Tenno dari takhta. Tenno tetap bersemayam di istananya di Kyoto dan tetap di pertahankan kedudukan sebagai lambang kekuasaan resmi. Sedang Yuritomo sendiri mendapat gelar “Shogun” yaitu pangkat: Kepala segala kekuasaan militer kerajaan. Pangkat itu dipertahankan turun temurun. Dalam hal ini Shogun yang memegang kekuasaan pemerintah dan seluruh angkatan perang. Pemerintahan demikian itu dinamakan pemerintahan Bakufu.

                Markas besar Shogun di Kamakura jauh dari Kyoto dengan maksud agar supaya perwira dan prajurit tidak terpengaruh oleh kemewahan istana yang dapat melemahkan semangat keprajuritan.

                Pada tahun 1192 itu mulailah “jaman Kamakura” yang berlangsung sampai tahun 1333. Pada jaman Kamakura seluruh pemerintahan diatur secara militer. Di daerah ditempatkan seorang Gubernur Militer. Semua jabatan penting di tangan militer. Pada jaman Kamakura ini terjadi serangan dari Kaisar Kubilai Khan pada tahun 1274 dan 1281. Tetapi kedua serangan ini tidak dapat mengalahkan Jepang.

                Pada jaman Kamakura ini tanaman teh masuk dari Cina dan segera teh menjadi minuman yang amat disukai di Jepang. Timbullah “Kesenian minum teh”. Minum teh tidak boleh dilakukan secara sembarangan melainkan merupakan suatu kesenian yang mempunyai peraturan tertentu. Berhubungan dengan kesenian teh ini berkembang pula kesenian membuat cangkir dan mangkok porselin yang halus dan indah.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Shogumat period, Daimyo (Samurai), and Shogun in Japan

(Source: History Book 1 for Secondary Schools)

Japanese people believe that the Emperor of Japan's first Emperor Jimmu was the direct descendant of the sun goddess. Emperor Jimmu ascended the throne around the year 660 BC. All the emperor who ruled Japan are descendants Jimmu. In the year 375 AD, a daughter named Tenno or Emperor Jinggo (Djingo) Japanese royal throne.

He had conquered most of Korea. Since then, relations between Japan and Korea to close. With over Korea, the Japanese became acquainted with Chinese culture. Japan's many cultures and ideas emulate China. But when Shotoku Taishi became emperor, he entered into direct relations with China. He sends mission to China. Then he sent another person to the task of studying the Chinese culture at that time was already high level. Therefore terjalinlah yangtetap relationship between China and Japan, especially in the reign of the Tang Dynasty (618-907) in China. Indeed, at the time of Tang Chinese culture peaked greatness. At that time also the rapid growth of Buddhism in China.

In line with the development of Buddhism flourished arts and science in Japan. Chinese art Japanese art into example. High position and importance in Japan at that time was in the hands of landlords and the military. Both of these groups are the nobility. One of the nobility always tried hard so that they can use or manipulate the emperor. For the people of Japan, the emperor was considered half god. Emperor enormous power. Shinto religion that worships the ancestors help put people could receive all acts of the Emperor and was always loyal to the ruler. But often also the Emperor (Tenno) was just as doll. Although the emperor was always the family of Tenno, but actually Tenno only as a mere puppet. The real power is the person of another family or aristocratic military family competing for power. A military nobility called "daimyo". A Daimyo always has an army of the "Samurai".

A Samurai is a warrior from his youth inducted into with the intention of going to dedicate themselves to a Daimyo. The samurai is a "warrior caste" that upholds all military nature, his main weapon is a sword.

The Samurai had to hold fast to the teachings of "bushido" upholding the honor of the homeland and the nation, obedient to the leader, and willingness kerelaaan sacrifice, courage, honesty, and others.

Among the most powerful Daimyo is the Taira family and Mainamoto. Both the head of the family was helping the emperor to subdue Fujiwara family (Fudjiwara) is a family of other nobles who managed to "seize" power Tenno. But then the family of the Taira and Minamoto family dispute and ended with the victory of the Taira family. All the leaders of the Minamoto family was killed except for four people. One of them was a boy aged 12 years, was named Yoritomo. Later Yoritomo became the bitterest enemies of the Taira family for revenge. Yoritomo succeeded, Taira family destroyed.

Yoritomo did not lose Tenno from the throne. Tenno still lives in his palace in Kyoto and stay in maintaining a position as a symbol of official power. Medium Yuritomo itself received the title of "Shogun" ie rank: Chief of all the military power of the kingdom. Hereditary rank is maintained. In this case the Shogunate government in power and the rest of the armed forces. Such Government called Bakufu government.

The headquarters of the Shogun in Kamakura far from Kyoto in order that the officers and men that are not affected by the luxury of the palace which can weaken the spirit of soldiering.

In 1192 it began "Kamakura era" which lasted until 1333. In the Kamakura period the entire set of military rule. In the area placed a military governor. All positions in the military. In the Kamakura era was an attack of emperor Kublai Khan in 1274 and 1281. But both of these attacks can not defeat Japan.

In the Kamakura era is coming from Chinese tea plant and tea soon became a well-liked beverage in Japan. Arises "tea Arts". Drinking tea should not be done arbitrarily but an art that has certain rules. Associated with this tea art flourished art making cups and bowls porcelain smooth and beautiful.


0 comments:

Post a Comment