Aspek Kewirausahaan/Aspects of Entrepreneurship FOR CLASS X ECONOMY


Aspek Kewirausahaan

(Sumber: Feryanto, Agung.2012. Ekonomi Kelas XII. Klaten: PT IntanPariwara.)

1) Pengertian Kewirausahaan. Secara etimologi atau asal usul dari kewirausahaan berasal dari kata “wira” dan “usaha”. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung. Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Pengertian kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli berbeda tetapi memiliki kaidah yang sama. Pengertian kewirausahan sebagai berikut:

a) Richard Cantillon. Menurut Richard Cantillion, entrepreneur is agent who buys means of production at certain prices in order to combine them. Artinya, entrepreneur merupakan sebutan bagi pedagang yang membeli barang di daerah dan menjualnya dengan harga tidak pasti. Istilah kewirausahan diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon (Physiokrat dan ekonom politik klasik dari Irlandia) pada tahun 1755 dalam Essai sur la nature du commerce.

b) Joseph A. Schumpeter. Menurut Joseph A. Schumpeter (ekonom dan ilmuwan politik dari Moravia) dalam buku Capitalism, Socialism, and Democracy, wirausaha adalah seorang innovator yang mengimplementasikan perubahan di dalam pasar melalui kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, memperkenalkan metode atau cara produksi baru, membuka pasar yang baru (new market), memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru ataupun menjalankan organisasi baru pada suatu industry.

c) Geoffrey G. Meredith. Menurut Geoffrey G. Meredith (ahli kewirausahan) dalam buku kewirausahan, Teori dan Praktik, wirausaha adalah orang yang mempunyai sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil keuntungan dan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kesuksesan.

d) Thomas W. Zimmerer. Zimmerer (ekonom yang menulis buku berjudul Essentials of Entrepreneurship and Small Business Management 4th. Ed)mengemukakan kewirausahan adalah hasil dari disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan inovatif dalam memenuhi pemenuhan kebutuhan dan peluang di pasar. Pada dasarnya kewirausahan tidak hanya muncul dari bawaan lahir atau urusan pengalaman di lapangan, kewirausahan merupakan disiplin ilmu yang dapat diajarkan dan dipelajari.

e) Ciputra. Menurut Ciputra (pengusaha Indonesia), kewirausahan adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Artinya, seseorang yang mampu mengubah barang yang tidak berharga atau sampah menjadi barang yang bernilai tinggi dengan cara berpikir kreatif dan mewujudkannya dalam tindakan perubahan menuju hidup yang lebih baik.

f) Rhenald Kasali. Menurut Rhenald Kasali (akademisi dan praktisi bisnis dari Indonesia), kewirausahan adalah orang dengan ide yang berbeda dari pemikiran sebagian besar orang dan berani menjual ide tersebut. Artinya, seseorang yang memiliki ide kreatif atau berbeda dengan pemikiran orang lain dan mewujudkannya dalam suatu usaha demi mendapatkan keuntungan disebut kewirausahan.

d) Syamsudin Suryana. Menurut Syamsudin Suryana (penulis buku Merintis Karir Kewirausahaan Anda), kewirausahan adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi dan tugas dan hasil, pengambilan resiko yang wajar, kepemimpinan lugas, kreatif yang menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan.

2) Ciri kewirausahan, sebagai berikut:

a) Menurut Geoffrey G. Meredith, ciri dan watak kewirausahan sebagai berikut:

(1) Percaya Diri. Percaya diri merupakan sikap yang dibarengi dengan keyakinan seseorang untuk memulai, melakukan, dan menyelesaikan suatu pekerjaan yang dihadapi. Kepercayaan diri hanya dapat dirasakan oleh orang yang bersangkutan dalam membentuk kemantapan hati untuk menghadapi pekerjaan. Sikap percaya diri dapat meningkatkan kualitas diri guna mencapai keberhasilan.

(2) Berorientasi pada Tugas dan Hasil. Kemampuan seseorang wirausaha dapat dilihat dari hasil yang dicapai dalam mengerjakan suatu tugas dan pekerjaan. Seorang wirausaha biasanya selalu mengutamakan prestasi kemudian mengharapkan prestise. Mereka memiliki tekad untuk mengubah nasib hidup, memperoleh keuntungan yang sebesarnya, dan tidak pernah merasa puas sehingga usahanya semakin maju dan berkembang.

(3) Keberanian mengambil Resiko. Setiap tindakan dan pekerjaan yang dijalani oleh seorang wirausaha tidak menjamin adanya kesuksesan dan keuntungan. Akan tetapi, seorang wirausaha sering menghadapi resiko kegagalan dan kerugian. Bahkan, mereka berani menjalani pekerjaan dengan resiko besar selama resiko itu sudah diperkirakan dan diketahui cara mengatasinya. Mereka beranggapan bahwa untuk mencapai suatu keberhasilan, mereka harus menghadapi resiko yang besar. Wirausaha menyukai usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan.

(4) Memiliki Jiwa Kepemimpinan. Wirausaha harus memiliki banyak kemampuan, salah satunya kemampuan dalam memimpin. Jiwa kepimpinan diterapkan untuk mengarahkan orang lain agar bekerja sesuai dengan keinginan wirausaha. Jiwa kepemimpinan ditunjukkan dengan sikap terbuka terhadap kritk dan saran, mudah beradaptasi dengan lingkungan, mampu bekerja sama, dapat diandalkan dalam pengambilan keputusan, dan dapat mengarahkan orang lain. Kepemimpinan berkaitan dengan motivasi. Seorang pemimpin harus dapat memotivasi bawahannya agar bekerja sesuai dengan rencana.

(5) Berorientasi Masa Depan. Visi merupakan tujuan akhir dari suatu rangkaian pekerjaan, sementara misi merupakan tujuan kecil mengantarkan pada tujuan akhir dari pekerjaan yang dihadapi. Visi dan misi adalah pandangan seseorang pada masa depan dengan tujuan yang sudah direncanakan dalam upaya mencapai hasil yang diinginkan.

(6) Keorisinilan.  Wirausaha memiliki daya pikir yang kuat. Dari daya pikir tersebut terciptalah ide,  barang dan jasa yang orisinal. Orisinal berarti tidak mengekor dari usaha yang dilakukan orang lain. Wirausaha harus mampu menciptakan ide yang orisinal dan memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru. Dengan demikian, output dari ide tersebut dapat menarik minat beli masyarakat luas.

b) Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmereer, karakteristik kewirausahan sebagai berikut:

(1) Rasa Tanggung Jawab. Wirausaha memiliki rasa tanggung jawab atas rencana yang sudah ditetapkan terhadap suatu hasil yang diperoleh dalam rangkaian kegiatan usaha yang dilakukan.

(2) Memilih Resiko. Wirausaha lebih memilih resiko yang moderat atau menengah. Artinya, wirausaha akan menghindari resiko, baik resiko yang terlalu rendah maupun yang terlalu tinggi.

(3) Percaya Diri pada kemampuannya untuk Sukses. Wirausaha percaya terhadap kemampuan dirinya untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Percaya diri dalam berwirausaha mampu menghasilkan karya kreatif dan inovatif.

(4) Menghendaki Umpan Balik Secepatnya. Wirausaha selalu menghendaki umpan balik yang cepat atas usaha yang dijalankan.

(5) Memiliki Energi yang Tinggi. Wirausaha memiliki semangat atau energy yang tinggi demi mewujudkan keinginannya agar masa depannya menjadi lebih baik.

(6) Berorientasi Masa Depan. Wirausaha berorientasi pada masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.

(7) Memiliki Ketrampilan Berorganisasi. Wirausaha memiliki keterampilan dalam mengorganisasi sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.

(8) Menghargai Prestasi daripada Uang. Wirausaha lebih menghargai prestasi daripada uang. Wirausaha akan berusaha memperoleh prestise setelah wirausaha memperoleh prestasi.

c) Menurut Ciputra, karakteristik Wirausaha sebagai berikut:

(1) Mampu menangkap Peluang. Wirausaha harus mampu memperhatikan lingkungan beserta perubahan dalam rangka mendapatkan peluang baru yang belum didapatkan oleh orang lain.

(2) Inovatif. Wirausaha memiliki cara yang inovatif dalam melakukan usaha dengan mengubah, mengganti, dan melakukan pendekatan atau teknik baru agar tercipta barang baru.

(3) Berani Mengambil Resiko. Wirausaha harus mempertimbangkan berbagai resiko usaha guna mencegah dan meminimalisasi kerugian yang akan terjadi.

(4) Selalu ingin tumbuh. Wirausaha tidak pernah merasa puas dengan hasil pekerjaannya dan selalu ingin tumbuh, bekerja keras, mencari peluang baru, dan melakukan inovasi produk terus menerus.

3) Syarat Wirausaha.

a) Memiliki Sikap dan Mental Positif, sebagai berikut:

Ø  Memiliki inisiatif sebagai pra syarat berkembangnya kreativitas,

Ø  Percaya Tuhan Yang Maha Esa dan mensyukuri segala nikmat Tuhan,

Ø  Rasa tanggung jawab dan keadilan yang tinggi,

Ø  Mengutamakan kemajuan lingkungan dan masyarakat kecil,

Ø  Berani mengambil resiko dan memiliki sikap mental untuk selalu maju,

Ø  Memiliki kejujuran, keuletan, ketekunan, dan mampu mengendalikan diri,

Ø  Memiliki rasa setia kawan, pandai bergaul, dan menampilkan kepribadian yang menyenangkan.

b) Memiliki Daya Pikir Kreatif, sebagai berikut:

Ø  Berpikir ke depan untuk merumuskan suatu gagasan baru dalam pencapaian tujuan,

Ø  Mempunyai keuletan untuk belajar sendiri,

Ø  Belajar dari kegagalan, nasehat, dan pengalaman orang lain,

Ø  Berpikir bahwa kehidupan selalu membutuhkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan manusia.

c) Bertindak Inovatif. Wirausaha yang bertindak inovatif akan berusaha untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas; tidak ingin menjadi pengekor dari orang lain; serta waspada menghadapi pesaing.

d) Memiliki Motivasi, sebagai berikut:

Ø  Memiliki tekad dan imajinasi yang kuat,

Ø  Memiliki semangat kerja yang tinggi,

Ø  Memiliki pengendalian diri dan motivasi keberhasilan.

e) Mengenal Resiko dan Persaingan. Wirausaha harus mengenal berbagai resiko dan persaingan serta bersedia menanggung resiko. Wirausaha juga harus hemat untuk membentuk atau memperkuat modal.

f) Memiliki keterampilan Wirausaha

Ø  Berpikir kreatif,

Ø  Membuat keputusan,

Ø  Memimpin orang lain,

Ø  Manajerial,

Ø  Bergaul dengan orang lain.

4) Jiwa Kwirausahaan, sebagai berikut:

a) Mencari Sumer Ide, digunakan untuk memulai usaha, sebagai berikut:

Ø  Pekerjaan atau Keterampilan yang dikuasai. Pekerjaan atau keterampialn yang dikuasai merupakan sumber daya untuk menghasilkan sumber ide yang tepat. Usaha dirintis berdasarkan pekerjaan yang ditekuni atau keterampilan yang dimiliki menjadi semakin mudah dilaksanakan.

Ø  Minat atau hobi, orang yang melakukan usaha berdasarkan minat atau hobi akan lebih mudah berkembang karena orang tersebut sudah terbiasa melakukan usaha tersebut sebagai kegemarannya. Dengan demikian, orang tersebut akan melaksanakan usaha dan mengembangkannya dengan senang hati.

Ø  Pengalaman. Pengalaman baik pengalam diri sendiri maupun orang lain dapat menjadi sumber inspirasi. Meskipun sebuah pengalaman buruk tetap bisa dijadikan inspirasi untuk mencari cara baru. Hal ini dapat menajdi peluang bisnis yang menguntungkan dan berguna bagi sebagian besar orang.

Ø  Pengamatan. Peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber informasi untuk memunculkan peluang usaha baru. Pada setiap kesempatan, wirausaha selalu membawa buku catatan dan segera mencatat agar tidak lupa dengan ide dan rencana semula.

Ø  Media massa. Media massa merupakan sumber inspirasi usaha yang tidak akan redup. Selalu ada hal baru yang tersaji di media. Contohnya, sesuatu yang menjadi gaya hidup masyarakat pada saat ini. Contoh tersebut bisa dikembangkan menjadi suatu gagasan atau ide untuk menciptakan peluang atas barang atau jasa yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat ada saat ini. Dengan demikian, barang atau jasa yang dihasilkan dapat diminati dan dikenal oleh masyarakat.


b) Menentukan dan menganalisis produk. Setelah mendapatkan ide peluang usaha, selanjutnya seorang Wirausaha menganalisis produk yang akan dihasilkan, orang dapat menghasilkan produk baru dan produk sejenis tetapi dengan kualitas dan model yang berbeda. Melalui proses inilah kreativitas dan inovasi dari seorang Wirausaha sangat dibutuhkan.

c) Membuat Perencanaan Usaha. Keberhasilan suatu usaha sangat ditentukan oleh perencanaan yang dirancang. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dibaut secara efektif dan efisien dari seluruh aspek kewirausahaan.

d) Menjalankan Usaha, dua factor yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha:

Ø  Lingkungan mikro, lingkungan mikro adalah lingkungan yang berkaitandengna operasional usaha. Unsure termasuk lingkungan mikro antara lain hubungan dengan pemasok, pelanggan, atau pembeli, karyawan dan distributor. Lingkungan ini perlu mendapatkan perhatian yang khusus karena sangat berperan dalam kelangsungan usaha.

Ø  Lingkungan makro. Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat memengaruhi kelangsungan perusahaan secara keseluruhan. Lingkungan makro terdiri atas lingkungan ekonomi, teknologi, social, politik dan demografi. Semua factor lingkungan makro tersebut berdampak secara luas pada usaha yang sedang dijalankan.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):


Aspects of Entrepreneurship
(Source: Feryanto, Agung.2012. Economics Class XII. Klaten: PT IntanPariwara.)
1) Definition of Entrepreneurship. Etymology or origins of entrepreneurship comes from the word "entrepreneurship" and "effort". Wira means warrior, hero, human excellence, exemplary, virtuous, brave, and noble character. Enterprise means the act of charity, work, and do something. Thus, entrepreneurship is a fighter or a hero who does something. Definition of entrepreneurship proposed by different experts but have the same rules.Understanding kewirausahan as follows:
a) Richard Cantillon. According to Richard Cantillion, entrepreneur is an agent who buys means of production at certain prices in order to combine them. That is, the entrepreneur is the designation for traders who buy and sell goods in the area with prices uncertain.Kewirausahan term first introduced by Richard Cantillon (Physiocrats and classical political economists of Ireland) in 1755 in the Essai sur la nature du commerce.
b) Joseph A. Schumpeter. According to Joseph A. Schumpeter (economist and political scientist from Moravia) in the book Capitalism, Socialism, and Democracy, entrepreneurship is an innovator who implements change within markets through new combinations. The new combination can be in the form of introducing a new product or a new quality, introducing new methods or means of production, opening new market (new market), to obtain new sources of supply of materials or a new component or a new run on an industry organization.
c) Geoffrey G. Meredith. According to Geoffrey G. Meredith (expert kewirausahan) in kewirausahan book, Theory and Practice, entrepreneurs are people who have the resources needed to take advantage and take appropriate action to ensure success.
d) Thomas W. Zimmerer. Zimmerer (economist who wrote a book entitled Essentials of Entrepreneurship and Small Business Management 4th. Ed) suggests kewirausahan is the result of discipline, the systematic application of creativity and innovative in meeting the needs and opportunities in the market. Basically kewirausahan not only arise from congenital or business experience in the field, kewirausahan is a discipline that can be taught and learned.
e) Ciputra. According Ciputra (employers Indonesia), kewirausahan is someone who is able to turn dirt and junk into gold. That is, someone who is able to change things that are not valuable or waste into high-value items with creative thinking and make it happen in the act of change towards a better life.
f) Rhenald Kasali. According Rhenald Kasali (academics and business practitioners from Indonesia), kewirausahan are people with different ideas than most people thought and dare to sell the idea. That is, someone who has a creative idea or different from other people's thinking and make it happen in a business for profit called kewirausahan.
d) Syamsudin Suryana. According Syamsudin Suryana (author of Pioneering Entrepreneurial Career You), kewirausahan is someone who has the characteristics of self-confidence, and task-oriented and results, reasonable risk taking, leadership straightforward, resulting in creative innovation and future-oriented.
2) Characteristics kewirausahan, as follows:
a) According to Geoffrey G. Meredith, and character traits kewirausahan as follows:
(1) Confidence. Self-confidence is an attitude coupled with the confidence someone to initiate, conduct and complete a task at hand. Confidence can only be felt by the person concerned in establishing stability to face the job. Confident attitude can improve themselves in order to achieve success.
(2) Tasks and Results Oriented. Entrepreneurial abilities can be seen from the results achieved in doing a job and work. An entrepreneur is usually always put the achievement then expect prestige. They have the determination to change the fate of life, gain a sebesarnya, and never be satisfied so that its more advanced and developing countries.
(3) Courage take risks. Every action and the work undertaken by an entrepreneur does not guarantee success and profits. However, an entrepreneur often face the risk of failure and loss. In fact, they dare to do their job with a great risk for the risk it is expected and known how to cope. They assume that to achieve success, they must be at great risk. Entrepreneurial liked the effort more challenging to achieve success.
(4) Has the Soul of Leadership. Entrepreneurs must have many abilities, one of them the ability to lead. Soul leadership applied to direct others to work in accordance with the wishes of entrepreneurs. Leadership shown by the open attitude towards kritk and advice, easily adapting to the environment, able to work together, it can be relied upon in decision-making, and can direct others. Leadership relates to motivation. A leader must be able to motivate subordinates to work according to plan.
(5) Future Oriented. Vision is the ultimate goal of a series of jobs, while the mission is a small goal to deliver to the end of the job at hand. The vision and mission are one's views on the future for the purpose of the plan in order to achieve the desired results.
(6) originality. Entrepreneurs have a strong intellect. Of the intellect is created ideas, goods and services are original. Original means not followed from the efforts of others. Entrepreneurs must be able to create original ideas and have the ability to do something new.Thus, the output of these ideas can be interesting buying public.
b) According to M. Scarborough and Thomas W. Zimmereer, kewirausahan the following characteristics:
(1) Sense of Responsibility. Entrepreneurs have a sense of responsibility for the plans that have been assigned to a result obtained in a series of business activities conducted.
(2) Selecting Risks. Entrepreneurs prefer a moderate or high risk.This means that entrepreneurs will avoid risk, whether the risk is too low or too high.
(3) Confidence in its ability to Success. Entrepreneurial confidence in her ability to achieve the planned objectives. Confident in entrepreneurship is able to produce creative and innovative.
(4) Feedback wanted ASAP. Entrepreneurs always want quick feedback on a business carried on.
(5) Has High Energy. Entrepreneurs have a high spirit or energy in order to realize his desire to be a better future.
(6) Future-Oriented. Entrepreneurial future-oriented, perspective, and far-sighted.
(7) Have Skills to Organize. Entrepreneurial skills in organizing resources to create added value.
(8) Appreciate achievement rather than money. Entrepreneurial appreciate achievement than money. Entrepreneurial would seek prestige after obtaining entrepreneurial achievement.
c) According to Ciputra, Entrepreneurial characteristics as follows:
(1) Ability to capture opportunities. Entrepreneurs must be able to care for the environment and its changes in order to get the new opportunities that have not been obtained by others.
(2) Innovative. Entrepreneurship has an innovative way of doing business to change, replace, and approach or technique to create new stuff.
(3) Dare to Take Risks. Entrepreneurs should consider a variety of business risks in order to prevent and minimize the losses that will occur.
(4) Always wanted to grow. Entrepreneurship is never satisfied with his work and always wanted to grow up, work hard, seek new opportunities and innovate products continuously.
3) Terms of Entrepreneurship.
a) Have a Positive Mental Attitude and, as follows:
 Having the initiative as a pre-requisite development of creativity,
 Believe in One God and celebrate all the blessings of God,
 Sense of responsibility and justice are high,
 Prioritize environmental progress and small communities,
 Dare to take risks and have the mental attitude to always go forward,
 Having honesty, tenacity, perseverance, and self control,
 Having solidarity, jaunty, and displays a pleasing personality.
b) Has Power Creative Thought, as follows:
 Thinking ahead to formulate a new initiative in achieving goals,
 Having the tenacity to learn on their own,
 Learn from failure, advice, and experiences of others,
 Thinking that life is always in need of goods and services as a means of satisfying human needs.
c) Innovative Act. Innovative entrepreneurial action will seek to improve the efficiency, effectiveness, and productivity; does not want to be imitators of others, as well as vigilant in the face of competitors.
d) Has Motivation, as follows:
 Have strong determination and imagination,
 Having high morale,
 Having self-control and motivation of success.
e) Know the Risks and Competition. Entrepreneurs must know the risks and competition and are willing to bear the risk. Entrepreneurs must also be efficient to establish or strengthen capital.
f) Has Entrepreneurial skills
 Creative thinking,
 Make a decision,
 Leading others,
 Managerial,
 Associating with others.
4) Mental Kwirausahaan, as follows:
a) Finding Ideas Sumer, is used to start a business, as follows:
 Work or skills mastered. Employment or controlled keterampialn a resource for generating source right idea. Effort initiated by the work that occupied or possessed skills become increasingly easy to implement.
 Interests or hobbies, people who do business based on your interests or hobbies will be easier to develop because people are already accustomed to doing just that as his favorite. Thus, the person will carry out the business and develop it with pleasure.
 Experience. Experience both experience themselves or others can be a source of inspiration. Despite a bad experience can still be used as inspiration to find new ways. It can be a lucrative business opportunity an advanced and useful for most people.
 Observations. Events that occur in the environment can also be a source of information to come up with new business opportunities.At every opportunity, entrepreneurship always carry a notebook and record immediately so as not to forget the idea and the original plan.
 Media. The mass media is a source of inspiration for the business that will not dim. There are always new things presented in the media. For example, something that is a life style today.Examples could be developed into an idea or ideas to create opportunities for goods or services in accordance with the lifestyle of the people there today. Thus, the goods or services produced and the demand can be known by the public.
b) Define and analyze the products. After getting an idea of ​​business opportunities, then an Entrepreneurial analyze the product to be produced, one can generate new products and similar products but with quality and different models. Through this process of creativity and innovation of an entrepreneur is required.
c) Create a Business Plan. The success of a business is determined by the designed plan. Good planning is the planning that is bolted to effectively and efficiently from all aspects of entrepreneurship.
d) Doing Business, the two factors that must be considered in conducting business:
 The microenvironment, the microenvironment is berkaitandengna business operational environment. Elements including the microenvironment include relationships with suppliers, customers, or buyers, employees and distributors. This environment needs special attention because it plays an important role in business continuity.
 macro environment. Macro environment is the environment outside the company that could affect the continuity of the company as a whole. Macro environment consists of the economic, technological, social, political and demographic. All of these macro environmental factors impact broadly on the business is being run.


Vulkanisme dan Dampaknya pada Litosfer dan Pedosfer/Volcanism and its Impact on the lithosphere and Pedosfer FOR CLASS X GEOGRAPHY


Vulkanisme dan Dampaknya pada Litosfer dan Pedosfer

(Sumber: Sudibyakto, H. A. 2009. Geografi.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.)

A) Aktivitas Magma. Gunung api terbentuk oleh proses intrusi dan ekstrusi magma dari lapisan dalam kulit bumi. Setelah sampai di permukaan bumi, magma pijar yang keluar kemudian membeku dan membentuk timbunan. Magma keluar melalui proses letusan atau erupsi gunung api. Apabila erupsi sering terjadi, magma akan membetuk lapis timbunan yang membuat gunung api bertambah semakin tinggi.

1) Intrusi Magma. Magma dari dalam bumi dapat mengalir menyusup di antara lapisan batuan tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Setelah membeku, penyusupan magma ini membentuk kenampakan sebagai berikut:

Ø  Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma.

Ø  Lakolit adalah batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya menyerupai lensa cembung.

Ø  Sills adalah sisipan magma yang membeku pada dua lapisan litosfer berbentuk tipis dan lebar.

Ø  Diatrema adalah batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan litosfer.

2) Ekstrusi Magma. Ekstrusi magma terjadi bila magma keluar ke permukaan bumi akibat tekanan dari dalam bumi. Aktivitas ini bisa menimbulkan letusan (Erupsi) pada gunung api. Dilihat dari bentuk lubang keluarnya magma, terdapat tiga macam erupsi sebagai berikut:

a) Erupsi Linier atau Erupsi Melalui Retakan. Magma dari dapur magma mengalir menyusup keluar melalui retake memanjang pada kulit bumi. Akibat ini erupsi ini terbentuk deretan gunung api.

b) Erupsi Areal. Magma yang keluar dan meleleh pada permukaan bumi dapat terjadi karena letak dapur magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi. Akibat erupsi ini terbentuk kawah gunung api yang sangat luas.

c) Erupsi Sentral. Erupsi sentral atau biasa kita kenal sebagai letusan gunung api terjadi  karena keluarnya magma melalui sebuah lubang  di permukaan bumi hingga terbentuk gunung yang letaknya terpisah dengan gunung lainnya.

                Proses erupsi sentral dapat membentuk tiga macam bentuk gunung api, yaitu:

(1) Gunung Api Perisai (Tameng). Gunung api ini terbentuk karena sifat magma yang keluar sangat encer dengan tekanan yang rendah, hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbentuk menjadi sangat landai. Di Indonesia hampir tidak ada gunung yang berbentuk perisai sehingga magma mudah mengalir ke segala arah. Sebagian besar gunung ini ada di Hawaii.

(2) Gunung Api Maar. Bentuk gunung api maar seperti danau kering. Jenis letusan yang terjadi adalah jenis eksplosif sehingga membentuk lubang besar pada bagian puncak (kawah). Letusan gunung api seperti ini terjadi karena ukuran dapur magma kecil dan letaknya dangkal sehingga letusan hanya terjadi satu kali kemudian mati. Contoh: Danau Klakah di Lamongan (Jawa Timur, Indonesia) dan Danau Eifel di Perancis.

(3) Gunung Api Strato. Gunung api ini terbentuk akibat terjadi eksplosif dan erupsi efusil berselang seling. Sebagian besar gunung api di ala mini merupakan gunung strato. Contoh: gunung api Merapi, Merbabu, Semeru, dan Kelud di Indonesia, Gunung Fuji di Jepang, Gunung Vesuvius di Italia, serta Gunung Santo Helens dan Rainier di Amerika Serikat.

                Berdasarkan kekuatan letusan dan kandungan material yang dikeluarkan, erupsi gunung api dibagi menjadi dua yaitu:

(1) Erupsi Eksplosif. Erupsi eksplosif adalah erupsi atau letusan yang menyebabkan ledakan besar akibat tekanan gas magmatis yang sangat kuat. Material yang dikeluarkan bersifat padat dan cair. Akibat erupsi eksplosif terbentuk bentukan permukaan Bumi berupa danau kawah besar (eksplosif), contoh danau batur di Bali.

(2) Erupsi Efusif. Erupsi efusif adalah erupsi atau letusan yang tidak menimbulkan ledakan karena tekanan gas kurang kuat. Pada proses ini material yang dikeluarkan adalah material cair atau sebagian besar lava dan sedikit material padat yang berukuran kecil. Contoh Gunung Mauna Loa di Hawaii.

                Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, ke dalaman dapur magma, dan material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:

a) Letusan Tipe Hawaii. Tipe Hawaii terjadi karena lava yang kelaur dari kawah sangat cair sehingga mudah mengalir ke segala arah. Sifat lava yang sangat cair ini menghasilkan bentuk seperti perisai atau tameng. Contoh: Gunung Mauna Loa, Mauna Kea dan Kilauea di Hawaii.

b) Letusan tipe Stromboli. Letusan tipe ini bersifat spesifik yaitu letusan terjadi dengan interval atau tenggang waktu yang hampir sama. Gunung api Stromboli di Kepulauan Lipari tenggang waktu letusannya sekitar 12 menit. Jadi setiap sekitar 12 menit terjadi letusan yang memuntahkan material, bom, lapili, dan abu. Contoh gunung api bertipe Stromboli adalah Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).

c) Letusan Tipe Vulkano. Letusan tipe ini mengeluarkan material padat seperti bom, abu, lapili serta bahan padat dan cair atau lava. Letusan tipe ini didasarkan atas kekuatan erupsi dan kedalaman dapur magmanya. Contoh: Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Gunung Semeru (Jawa Timur, Indonesia).

d) Letusan Tipe Merapi. Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental hingga menyumbat mulut kawah. Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan sumbatan lava. Sumbatan yang pecah terdorong ke atas dan akhirnya terlempar keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut “Wedhus Gembel”. Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk sekitarnya.

e) Letusan Tipe Perret atau Plinian. Letusan tipe ini sangat berbahaya dan sangat merusak lingkungan. Material yang dilemparkan pada letusan tipe ini mencapai ketinggian sekitar 80 km. letusan tipe ini dapat melemparkan kepundan atau membobol puncak gunung sehingga dinding kawah melorot. Contohnya Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 dan St. Helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.

f) Letusan Tipe Peele. Letusan tipe ini biasanya terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api yang bentuknya seperti jarum sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar. Apabila penyumbatan kawah tidak kuat, gunung tersebut meletus.

d) Letusan Tipe Sint Vincent. Letusan tipe ini menyebabkan air danay kawah akan tumpah bersama lava. Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya. Contoh: Gunung Kelud yang meletus pada tahun 1919 dan GUnung Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.

                Masing-masing zat tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis material. Jenis material yang dikeluarkan gunung api adalah:

(a) Material Padat (Efflata), terdiri atas: bom (batu besar), terak (batu yang tidak beraturan dan lebih kecil dari bom), lapih (berupa kerikil), pasir, debu, batu apung. Menurut asalnya, efflata dibedakan menjadi dua yakni: Pertama, Efflata Allogen, berasal dari batu di sekitar kawah yang terlempar ketika terjadi letusan, Kedua, Efflata autogen (Pyroclastica), berasal dari magma itu sendiri.

(b) Material Cair. Bahan cair dari dapur magma akan mengalir keluar dari gunung api jika magma cair dari dalam bumi meleleh keluar dari lubang kawah tanpa terhambat oleh sumbatan dan tidak terdapat sumbatan di puncaknya, terdiri atas:

(1) Lava yaitu magma yang meleleh di luar pada lereng gunung api.

(2) Lahar panas yaitu campuran magma dan air sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir.

(3) Lahar dingin yaitu terbentuk dari efflata porus atau bahan padat di puncak gunung menjadi lumpur ketika turun hujan lebat dan mengalir pada lereng serta lembah. Contohnya akibat letusan Gunung Merapi tahun 2006 yang lalu telah menghasilkan sekitar 6 juta meter kubik timbunan material yang akan membentuk aliran lahar dingin saat turun hujan.

(c)  Material Gas atau Ekshalasi, terdiri atas: Pertama, Solfatar, berbentuk gas belerang (H2S), Kedua, Fumarol, berbentuk uap air (H2O), Ketiga, Mofet, berbentuk gas asam arang (CO2), gas ini berbahaya bagi kehidupan karena bersifat racun, selain itu, sifatnya lebih berat dari oksigen  menyebabkan gas ini lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah dihirup oleh makhluk hidup, conthnya, gas CO2 yang keluar dari Gunung Dieng pada tahun 1979 telah membunuh 149 penduduk.

                Ada beberapa fenomena alam lain yang terbentuk dari proses lanjutan atau pasca vulkanisme, yakni:

(a) Sumbatan Lava, kenampakan ini terjadi ketika lava yang padat dalam pipa vulkanik yang padam menjadi massa yang resistan. Beberapa waktu kemudian, bagian dari kerucut vulkanik yang terdiri atas materi yang kurang resistan menjadi lapuk dan terkikis, yang tertinggal hanya sumbatan lava. Ukuran sumbatan lava ini bisa sangat besar hingga menyerupai bukit. Salah satu contohnya yaitu Menara Setan di Wyoming, USA.

(b) Kaldera dan Danau Kaldera, kaldera adalah cekungan besar yang ada di puncak gunung. Kenampakan ini terjadi akibat letusan yang sangat dahsyat dan meninggalkan lubang yang besar. Jika lubang ini kemudian terisi air akan membentuk danau kaldera.

(c) Plato lava. Kenampakan ini terjadi karena magma yang keluar bersifat encer sehingga mampu menyebar dan membentuk hamparan lava yang luas dan lama kelamaan secara perlahan lava ini membeku hingga membentuk suatu dataran tinggi yang disebut plato.

(d) Geyser dan Mata Air Panas. Di kawasan vulkanik, air tanah bisa dipanaskan oleh magma. Air yang terpanaskan ini bisa muncul ke perukaan dengan tenaga eksplosif, inilah yang disebut geyser. Jika air ini keluar melalui air di celah batuan, terbentuklah mata air panas. Sedangkan geyser merupakan air panas yang memancar secara periodic. Contohnya: Geyser di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat.

b) Hidup Bersanding dengan Vulkanisme. Gunung api di Indonesia dapat dikelompokan menjadi lima rangkaian, yaitu:

(1) Rangkaian Sunda yaitu rangkaian gunung berapi yang memanjang dari Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores hingga Alor.

(2) Rangkaian Banda, sebagian besar terletak di bawah permukaan laut.

(3) Rangkaian Minahasa dan Sangihe, rangkaian ini masih aktif seperti di Gunung Soputan dan Gunung Lokon.

(4) Rangkaian Halmahera, yang terdapat di sekitar Halmahera.

(5) Rangkaian Sulawesi Selatan merupakan rangkaian sudah tidak aktif (mati).

                Tanda-tanda gunung api akan meletus (erupsi), yaitu:

(1) Temperatur di sekitar kawah naik.

(2) Banyak sumber air mongering.

(3) Sering terjadi gempa.

(4) Sering terdengar suara gemuruh di sekitar puncak gunung.

(5) Banyak binatang yang turun gunung atau berpindah.

                Gejala gunung api akan padam (pasca vulkanik) adalah:

(1) Munculnya ekshalasi atau sumber gas, contohnya di Dieng, Jawa Tengah.

(2) Keluarnya mata air panas, contohnya di Cimelati, Jawa Barat.

(3) Munculnya mata air makdani yaitu mata air panasy ang mengandung mineral seperti belerang. Contoh di Maribaya (Jawa Barat), Baturaden dan Dieng (Jawa Tengah).

(4) Munculnya geyser yaitu mata air panas yang disemburkan ke udara. Ketinggian geyser dapat mencapai 70 m. contoh di Irlandia dan Yellowstone Park (Amerika Serikat).

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Volcanism and its Impact on the lithosphere and Pedosfer
(Source: Sudibyakto, HA 2009. Geografi.Jakarta: Ministry of Education.)
A) Magma activity. Volcanoes are formed by the intrusion and extrusion of magma layer in the earth's crust. After reaching the Earth's surface, coming out of incandescent magma then solidifies to form piles. Magma out through the process of eruption or volcanic eruption. If the eruption is often the case, the magma will set up a heap layers that make volcanoes grow higher.
1) Intrusion of Magma. Magma from the earth to flow between the layers of rock creep in but did not reach the earth's surface. Once frozen, the intrusion of magma is formed appearance as follows:
 batholiths are igneous rocks formed in the magma chamber.
 Lakolit is igneous rock that occurs in two layers of the lithosphere and shaped like a convex lens.
 Sills is inset magma solidifies in the form of two thin layers of the lithosphere and wide.
 Diatrema is the result of intrusion of magma rocks that cut the layers of the lithosphere.
2) Extrusion Magma. Extrusion occurs when magma magma to the surface of the earth due to the pressure of the earth. This activity can lead to eruption (eruption) in the volcano. Judging from the shape of magma discharge holes, there are three kinds of eruptions are as follows:
a) Linear eruption or eruption Through the Cracks. Magma from the magma chamber to flow out through Retake infiltrate extends to the skin of the earth. As a result of this eruption formed a row of volcanoes.
b) eruption area. Magma comes out and melts at the earth's surface can occur due to the location of the magma chamber is very close to the earth's surface. Is formed due to eruption of the volcano crater is very broad.
c) Central eruption. Central eruption or commonly known as volcanic eruptions occur due to the release of magma through a hole in the earth's surface to form a mountain that is located separate to the other mountain.
The process of central eruptions can form three kinds of volcanoes, namely:
(1) Mountain of Fire Shield (shield). This volcano is formed due to the nature of the magma that comes out very thin with low pressure, almost without eruption. Slopes that form a very gentle slope. In Indonesia, almost no shield-shaped mountain that magma flows easily in all directions. Most of the mountain is in Hawaii.
(2) Volcanoes Maar. Forms of maar volcanoes such as lakes dry.Type the eruption is explosive types so as to form a large hole at the top (crater). Volcanic eruptions like this occur because the small size of the magma chamber and the location of shallow that the eruption occurred only once and then die. Example: Lake Klakah in Lamongan (East Java, Indonesia) and the Eifel lake in France.
(3) Strato volcano. This volcano formed by the explosive and the eruption occurred efusil alternate. Most of the volcano is a mountain-style mini strato. Example: Merapi volcano, Merbabu, Semeru, and Kelud in Indonesia, Mount Fuji in Japan, Mount Vesuvius in Italy, and Mount St. Helens and Rainier in the United States.
Based on the strength of the eruption and the content of the material issued, volcano eruption is divided into two, namely:
(1) Explosive eruption. Eruption explosive eruption or eruption is causing a massive explosion caused by magmatic gas pressure is very strong. Materials issued in solid and liquid. As a result of the formation of explosive eruptions formed the Earth's surface in the form of a large crater lake (explosive), examples of lake Batur in Bali.
(2) effusive eruption. Effusive eruption eruption or eruption is not an explosion as the gas pressure is less strong. In this process the released material is a liquid material or mostly lava and less dense material are small. Examples of Mount Mauna Loa in Hawaii.
Based on the viscosity of the magma, gas pressure, to depths of the magma chamber, and release material, volcanic eruptions can be divided into several types, namely:
a) Type eruption Hawaii. Type of Hawaii occurred because the kelaur lava from the crater is very liquid so it's easy to flow in all directions. The nature of this very fluid lava produced forms like a shield or a shield. Example: Mount Mauna Loa, Mauna Kea and Kilauea in Hawaii.
b) The eruption of Stromboli type. Eruptions of this type that is specific eruption intervals or nearly the same period. Stromboli volcano in the Lipari Islands eruptive period of about 12 minutes. So each about 12 minutes eruptions that spew material, bombs, lapilli and ash. Examples of type Stromboli volcano is Mount Vesuvius (Italy) and Raung (Java).
c) Type of volcano eruption. Eruptions of this type issued a dense material such as bombs, ash, lapilli and solid and liquid materials or lava. Eruptions of this type of eruption is based on the strength and depth magmanya kitchen. Example: Mount Vesuvius and Etna in Italy, and Mount Semeru (East Java, Indonesia).
d) Type of Merapi eruption. The eruption of viscous lava type issued to clog the mouth of the crater. As a result, the gas pressure becomes increasingly more powerful and resolve blockages lava.Blockages are broken up and finally pushed thrown out. This material down the slope as ladu or gloedlawine. In addition, there is also a hot cloud (gloedwolk) or often called "Wedhus Gembel".Merapi Eruption type is very dangerous for the surrounding population.
e) Type of Perret or Plinian eruption. This type of eruption is very dangerous and very damaging to the environment. Material that is thrown at this type of eruption reached a height of about 80 km. This type of eruption can throw or break into the crater of the mountain so that the walls of the crater dropped. Examples of Mount Krakatoa erupted in 1883 and St. Helens which erupted on May 18, 1980.
f) Type eruption Peele. Eruptions of this type usually occurs when there is blockage in the summit crater of a volcano that looks like a needle, causing the gas pressure becomes larger. If the blockage is not strong crater, the volcano erupted.
d) Type of Sint Vincent eruption. Eruptions of this type will cause the water to spill Danay crater with lava. The eruption resulted in the area around the volcano will buffeted by hot lava that is very dangerous. Example: Kelud which erupted in 1919 and Vincent Sint mountain that erupted in 1902.
Each of these substances can be divided into several types of material. Types of volcanic material released is:
(A) Solid Materials (Efflata), consisting of: bombs (large stone), slag (irregular stones and smaller than bombs), lapih (such as gravel), sand, dust, pumice. According to its origin, efflata divided into two: First, Efflata Allogen, derived from the rocks around the crater that was thrown when there is an eruption, Second, Efflata autogen (Pyroclastica), derived from the magma itself.
(B) Liquid Materials. Magma chamber of molten material flows out of the volcano when magma from within the Earth's liquid melt out of the pit crater without impeded by blockages and there is no blockage in height, consisting of:
(1) Lava is magma that melts out on the slopes of the volcano.
(2) hot lava that is a mixture of magma and water that is flowing mud.
(3) that is formed from cold lava efflata porous or solid material in the top of the mountain to mud when it rains and rains on the slopes and stream valleys. For example, due to the eruption of Mount Merapi in 2006 and has produced approximately 6 million cubic meters of embankment material which will form a cold lava flow when it rains.
(C) Material Gas or exhalation, consists of: First, solfatar, gaseous sulfur (H2S), Second, fumaroles, form water vapor (H2O), Third, Mofet, gaseous carbon dioxide (CO2), the gas is dangerous to lifebecause it is toxic, other than that, it is heavier than oxygen causes the gas is closer to the ground so easily inhaled by living, conthnya, CO2 gas coming out of Mount Dieng in 1979 killed 149 people.
There are some other natural phenomenon formed by a continuous process or post-volcanism, namely:
(A) Obstruction of Lava, appearance occurs when the solid lava in the volcanic pipe which goes into mass-resistant. Some time later, part of the volcanic cone composed of less resistant material being weathered and eroded, leaving behind only occlusion lava. The size of the blockage can be very large lava to resemble hills. One example is the Tower of Satan in Wyoming, USA.
(B) Caldera and Caldera Lake, the caldera is a large basin in the top of the mountain. The appearance is due to the eruption of a very powerful and left a big hole. If the hole is then filled with water will form a caldera lake.
(C) Plato lava. The appearance of this happened because of magma that comes out is diluted so as to spread out and form a vast expanse of lava slowly and over time this lava solidifies to form a plateau called the plateau.
(D) Geyser and Thermal. In volcanic areas, ground water can be heated by magma. This heated water that can come into perukaan with explosive power, this is called a geyser. If water comes out through the water at the crack of rocks, forming hot springs. While the geyser is a hot spring up periodically. For example: Geyser in Yellowstone National Park, USA.
b) live side by side with Volcanism. Volcanoes in Indonesia can be grouped into five series, namely:
(1) The series of Sunda is a series of volcanoes that extends from Sumatra, Java, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores to Alor.
(2) The series of Banda, mostly lies below sea level.
(3) The series of Minahasa and Sangihe, the circuit is still active as at Mount Soputan and Mount Lokon.
(4) The series of Halmahera, which is located around Halmahera.
(5) The series is a series of South Sulawesi are inactive (dead).
Signs volcano will erupt (eruption), namely:
(1) The temperature rise in the vicinity of the crater.
(2) Many water sources dry up.
(3) Frequent earthquakes.
(4) Often the sound of thunder in the surrounding mountain peaks.
(5) Many of the animals down the mountain or move.
Symptoms volcano goes out (post-volcanic) are:
(1) The emergence of exhalation or gas source, for example, in Dieng, Central Java.
(2) The exit of the hot springs, for example in Cimelati, West Java.
(3) The advent of spring is makdani panasy ang springs contain minerals such as sulfur. Example Maribaya (West Java), Baturaden and Dieng (Central Java).
(4) The emergence of the hot springs geyser which sprayed into the air. Geyser can reach heights of 70 m. examples in Ireland and Yellowstone Park (United States).