Contoh Surat Melalui Telegram di dalam bahasa Indonesia/ Sample Letter Through Telegram in Indonesian FOR GENERAL INDONESIAN


Contoh Surat Melalui Telegram di dalam bahasa Indonesia

(Sumber:  Soedjito.1987. Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.)

Berbeda dengan surat resmi, susunan telegram hanya terdiri dari atas empat bagian, yaitu:

a) petunjuk dinas berbayar (ptb),

b) alamat,

c) isi telegram, dan

d) pengirim

a) Petunjuk Dinas berbayar (ptb). Petunjuk ini berisi tentang jenis atau sifat telegram dan ongkos pengirim. Jenis ptb yang banyak digunakan dalam praktik pengiriman telegram ialah:

1) PENTING, SEGERA KILAT, untuk telegram yang ingin didahulukan pengirimnya dan penyerahannya kepada si alamat, ongkosnya harus dibayar dua kali lipat dari ongkos telegram biasa;

2) N, menunjukkan telegram pemerintah yang bersifat biasa.

3) NS, menunjukkan telegram pemerintah yang bersifat penting.

4) NK, menunjukkan telegram pemerintah yang bersifat sangat penting yang boleh dikirim jika keamanan Negara sangat terancam;

5) TM, menunjukkan bahwa suatu telegram dapat dikirim kepada beberapa alamat dalam suatu telegram dapat dikirimkan kepada beberapa alamat dalam satu kota (telegram ganda);

6) RP, menunjukkan bahwa pada telegram itu dikirimkan uang sebesar …. Untuk membalas telegram itu;


7) LT (telegram luar negeri), menunjukkan bahwa telegram itu minta dikirim secara terlambat dengan maksud menginginkan ongkos yang lebih rendah dari ongkos telegram biasa (50%);

8) FS, menunjukkan bahwa telegram itu dapat diusulkan ke alamat yang baru; dan

9) MP (telegram ke luar negeri), menunjukkan bahwa telegram itu harus diserahkan kepada si alamat sendiri.

Petunjuk dinas berbayar ditulis di ataas alamat.

b) Alamat. Alamat dalam telegram ada dua macam yaitu (1) alamat biasa dan (2) alamat kawat.

1) Alamat biasa. Alamat biasa adalah alamat yang lengkap dengan menyebutkan nama orang atau kantor, nama jalan, nomor rumah atau kantor, dan nama kota. Penulisan alamat pada telegram tidak perlu didahului kata Kepada dan disebutkan Bapak/ Sdr., tetapi cukup dituliskan, misalnya:

Jokosaryono jljombang seratus malang

Ikipmalang jlsemarang lima malang

2) Alamat kawat. Alamat kawat adalah alamat berupa nama tertentu, biasanya suatu singkatan nama kantor atau perusahaan telah didaftarkan di PN Postel. Alamat kawat digunakan untuk mengirimkan telegram, misalnya:

Juanda Surabaya

Proyekguru Jakarta

c) Isi telegram. Isi telegram hendaklah disusun secara ringkas dan jelas dengna bahasa yang biasa. Berita yang betul-betul penting sajalah yang dituliskan. Dalam menyusun telegram perlu diperhatikan penjelasan sebagai berikut:

a) Jika ditulis dengan huruf kecil, harus ditulis dengan huruf kecil semua sebab pada huruf-huruf Morse tidak dikenal huruf besar. Jika ditulis dengan huruf cetak haruslah ditulis dengan huruf besar semua. Huruf pada pesawat telex dan teleprinter hanya terdiri atas huruf besar semua.

b) Tanda-tanda baca dan tanda lainnya harus ditulis dengan huruf:

.= titik

:= titik dua

;= titik koma

,=koma

?= tandatanya

!= tanda seru

(?)= kurung

+= tambah

-= kurang

±=kuranglebih

&=dan

O= derajat

“=idem

c) Setiap kata yang terdiri atas maksimal 15 huruf dihitung satu kata, misalnya:

diberitahukan (13 huruf)= 1 kata

dipermaklumkan (15 huruf) = 1 kata

diberitahukannya (16 huruf) = 2 kata

d) Kumpulan angka, huruf, tanda, yang terdiri atas maksimal 5 angka/ huruf/ tanda dihitung satu kata, misalnya:

4066= 1 kata

14066= 1 kata

214066= 2 kata

1300783121= 2 kata

e) Singkatan yang terdiri atas huruf awal kata atau suku kata yang terdiri atas maksimal 5 huruf, dihitung satu kata, misalnya:

ABRI = 1 kata

AKABRI= 2 kata

POLRI= 1 kata

KAPOLRI= 2 kata

DEPARLU= 2 kata

KASKOPKAMTIB= 3 kata

f) jumlah uang harus ditulis dengan huruf, misalnya:

Rp 1.000,00 = seriburupiah

g) Angka-angka sebaiknya ditulis dengan huruf, misalnya:

2 hari = dua hari (2 kata)

28 = duadelapan atau duapuluhdelapan (15 huruf) (1 kata)

38 = tigadelapan (1 kata), tigapuluh delapan (2 kata)

h) Kata ualng harus ditulis lengkap, tidak boleh ditulis dengan angka dua, misalnya:

tiap2 hari=tiap-tiap hari

guru2=guru-guru

Contoh a:

SEGERA

HARTONO JLCOKROAMINOTO DUABELAS JEMBER SEGERA PULANG NENEK SAKIT KERAS

HARJOSUDARMO

Contoh b:

TM2

SUDJITO JLJOMBANG SERATUS

SARJONO JLKEDIRI SATU MALANG

HARAP DATANG KANWIL SURABAYA

TGL DUAPULUH DUA BI TTK

TGL DUAPULUH DUA BI TTK

Contoh c:

NS

REKTOR IKIP MALANG

MENTERI PENDIDIKAN DATANG TGL DUAPULUHTIGA BI TTK

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Sample Letter Through Telegram in Indonesian
(Source: Soedjito.1987. Correspondence Official Indonesian. Bandung: PT Youth Rosdakarya.)
Unlike the formal letter, telegram composition consisting only of the four sections, namely:
a) Pay official instructions (ptb),
b) address,
c) the contents of telegrams, and
d) the sender
a) Pay Office Instructions (ptb). It contains the type or nature of the telegram and the cost of the sender. Ptb types are widely used in the practice of sending telegrams are:
1) IMPORTANT, IMMEDIATE QUICK, for wanting precedence telegram sender and delivery thereof to the address, the cost should be paid twice the usual fare telegram;
2) N, shows that the government is regular telegram.
3) NS, shows that the government is an important telegram.
4) NK, showing telegram government is very important that may be sent if the state security is threatened;
5) TM, suggesting that a telegram be sent to multiple addresses within a telegram to be sent to multiple addresses within a single city (double wire);
6) RP, indicating that the telegram was sent money for .... To reply to a telegram;

7) LT (overseas telegram), indicating that the telegram was sent in late request for the purpose of wanting a lower cost than the cost of regular telegram (50%);
8) FS, indicating that the cables can be proposed to a new address, and
9) MP (telegram to overseas), indicating that the telegram was to be submitted to the address itself.
Instructions written in ataas paid service address.
b) Address. Address in the telegram are of two kinds: (1) common address and (2) address the wire.
1) usual address. Usual address is the address complete with name the person or office, street name, house number or the office, and the name of the city. Writing does not have to address the telegraph preceded the word To and mentioned Mr / Mr., But fairly written, for example:
Jokosaryono jljombang hundred poor
Ikipmalang jlsemarang five poor
2) Address the wire. Wire address is the address specified in the form of a name, usually an abbreviation for an office or a company has been registered in the PN Postel. Address wire used to send telegrams, for example:
Juanda Surabaya
Proyekguru Jakarta
c) The contents of the telegram. Let the telegram drafted succinctly dengna ordinary language. The news really important is written alone. In composing a telegram to note the following explanation:
a) If written in small letters, must be written in all lowercase letters for the unknown Morse uppercase. If written with block letters should be written with capital letters. Letters to the plane telex and teleprinter only consist of capital letters.
b) read signs and other signs should be capitalized:
. = Point
: = Colon
, = Semicolon
, = Coma
? = Tandatanya
! = Exclamation
(?) = Brackets
+ = Add
- = Less
± = kuranglebih
& = And
O = degree
"= Ditto
c) Every word consisting of a maximum of 15 letters counted one word, for example:
notified (13 letters) = 1 word
dipermaklumkan (15 letters) = 1 word
diberitahukannya (16 letters) = 2 words
d) set of numbers, letters, signs, consisting of a maximum of 5 numbers / letters / marks calculated one word, for example:
4066 = 1 word
14 066 = 1 word
214 066 = 2 words
1300783121 = 2 words
e) Abbreviation consisting of initial letters or syllables that consist of a maximum of 5 letters, counted one word, for example:
ABRI = 1 word
Military academy = 2 words
INP = 1 word
Chief National Police = 2 words
State Department = 2 words
KASKOPKAMTIB = 3 words
f) the amount of money must be capitalized, for example:
USD 1000.00 = seriburupiah
g) Figures should be capitalized, for example:
2 days = two days (2 words)
28 = duadelapan or duapuluhdelapan (15 letters) (1 words)
38 = tigadelapan (1 word), thirty-eight (2 words)
h) The word should be written ualng complete, should not be written with two numbers, for example:
tiap2 day = every day
guru2 = teachers
Example A:
SOON
Twelve JLCOKROAMINOTO HARTONO JEMBER GRANDMA ILL COME SOON HARD
HARJOSUDARMO
Example b:
TM2
Sudjito JLJOMBANG HUNDRED
Sarjono JLKEDIRI ONE MALANG
PLEASE COME KANWIL SURABAYA
DATE TWENTY TWO BI TTK
DATE TWENTY TWO BI TTK
Example c:
NS
RECTOR IKIP MALANG
MINISTER OF EDUCATION DATE COME DUAPULUHTIGA BI TTK


0 comments:

Post a Comment