El Cid atau Rodrigo Diaz de Vicar dari Spanyol (1043-1099)/ El Cid or Rodrigo Diaz de Vicar of Spain (1043-1099) FOR GENERAL HISTORY


El Cid atau Rodrigo Diaz de Vicar dari Spanyol (1043-1099)

(Sumber: 2008. Pahlawan Rakyat Sedunia. Bandung: Nuansa.)

            Seorang Ksatria Abad Pertengahan yang tidak pernah kalah dalam pertempuran, Rodrigo Diaz de Vicar, begitu masyhur dengan kemahiran. Selama hidupnya, ia mendapatkan julukan El Cid yang berarti “tuan” dan El Campeador yang berarti “sang juara”. Hingga saat ini, ia dipuji sebagai pemberani dan symbol romantic karaketer kebangsaan Spanyol.

            El Cid hidup selama permulaan reconquistaKristen melawan pemerintahan Muslim di Spanyol. Selama kekuasaan Raja Ferdinand I dari Castille, El Cid mendapatkan jabatan tinggi karena membantu usaha penaklukan Kerajaan Moorish di Zaragoza. Setelah Raja Ferdinand meninggal, El Cid diperebutkan dalam pertarungan kekuasaan di antara tiga anak laki-laki Ferdinand, yaitu Sancho, Alfonso, dan Garcia.

            Awalnya, El Cid adalah komandan (armiger regis) pada pasukan Sancho dan membantunya untuk mengalahkan Garcia, serta memecat dan mengasingkan Alfonso. Namun, setelah Sancho meninggal tahun 1072 dn tidak memiliki anak laki-laki, Alfonso pun berusaha mendapatkan kesetian dari El Cid dengan memperkenankan menikahi kemenakannya, Jimena. Namun tidak diragukan, El Cid dihina dengan kehilangan jabatan sebagai komandan yang direbut Garcia Ordonez, seorang jagoan ulung saat itu, tetapi tidak mendapat kewenangan untuk menyerang Kerajaan Mooris di Toledo yang berada di bawah perlindungan Alfonso. Hal ini menyebabkan dia dibuang dari Castille.

            Setelah penaklukan bangsa Moor, El Cid dan Alfonso melakukan rekonsiliasi. Lalu sang ksatria itu menaklukan Valencia dan menjadika wilayah itu sebagai pemerintahan independen hingga kematiannya, meski secara formal, ia menguasai wilayah itu atas nama Alfonso. Menurut legenda popular, permintaan terakhir El Cid adalah jasadnya agar dibalsem dan duduk di atas kudanya pada pertempuran berikutnya. Ketika Valencia diserang bangsa Moor dan Spanyol hampir dikalahkan, penampilan yang diminta El Cid membuat takut bangsa Moor dan lainnya sehingga memberikan bangsa Spanyol untuk mengalahkan para penyerangnya itu.

            Tindakan luar biasa dari El Cid menginspirasi sejumlah puisi, roman dan drama Spanyol. Puisi tanpa nama, Poema de Mio Cid (tahun 1140), menggambarkan sebagai sosok tenang dan pintar, dan puisi itu merupakan epic Spanyol paling awal. Kemudian dilanjutkan dengan rentetan karya dan selanjutnya pada abad XIV dan abad XV, Cantar de Rodrigo, yang menggambarkan El Cid sebagai orang berlagak yang belum dewasa dan tidak sabar.

            Pertunjukan besar di Perancis yang terkenal tentang dirinya di antara drama berjudul Le Cid (1637) karya Pierre Corneille dan opera dengan judul yang sama pada tahun 1885 karya Jules Massenet. El Cid juga memengaruhi karya filosof dan penyair Jerman, Johann Gottfried von Herder, Robert Southey (penyair Inggris), dan Victor Hugo (penyair, novelis dan dramais Perancis).

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

El Cid or Rodrigo Diaz de Vicar of Spain (1043-1099)

(Source: 2008. Folk Heroes Day. Bandung: Nuance.)

A medieval knight who never lost a battle, Rodrigo Diaz de Vicar, so famous with finesse. During his lifetime, he earned the nickname El Cid which means "lord" and El Campeador meaning "champion". Until now, he was hailed as a brave and romantic symbol karaketer Spanish nationality.

El Cid lived during the beginning of the Christian Reconquista against the Muslim rule in Spain. During the reign of King Ferdinand I of Castille, El Cid get a high position for helping businesses in the Moorish conquest of the kingdom of Zaragoza. After King Ferdinand died, El Cid fought in a power struggle among three sons Ferdinand, that Sancho, Alfonso, and Garcia.

Initially, El Cid is the commander (armiger regis) forces and helped to defeat Sancho Garcia, as well as fire and alienate Alfonso. However, after Sancho died in 1072 nd has no sons, Alfonso was trying to get the loyalty of El Cid by allowing married his niece, Jimena. But no doubt, El Cid humiliated by losing position as commander captured Garcia Ordonez, an eminent champion at the time, but received no authority to attack the Kingdom Mooris in Toledo under the protection of Alfonso. This caused him to be removed from Castille.

After the conquest of the Moors, El Cid and Alfonso reconciliation. Then the knight was conquered Valencia and menjadika region as an independent government until his death, although formally, he controlled the territory in the name of Alfonso. According to popular legend, El Cid last request was to be embalmed his body and sat on his horse in the ensuing battle. When the Moors attacked Valencia and Spain nearly defeated, El Cid demanded appearance frightened the Moors and the other to give the Spaniards to defeat his attackers were.

Extraordinary actions of El Cid inspired many poems, novels and plays Spain. Poetry without a name, Poema de Mio Cid (1140), describes as being quiet and smart, and it is an epic poem of the earliest Spanish. Then proceed with the next series of works and the XIV and XV century century, Cantar de Rodrigo, who described El Cid as people pretend immature and impatient.

Big show in France about him famous among drama titled Le Cid (1637) the work of Pierre Corneille and the opera of the same title in 1885, the work of Jules Massenet. El Cid also affect the work of German philosopher and poet, Johann Gottfried von Herder, Robert Southey (English poet), and Victor Hugo (poet, novelist and dramais France).

0 comments:

Post a Comment