Pembinaan Generasi Muda/ Youths Development FOR JUNIOR HIGH SCHOOL RED CROSS


Pembinaan Generasi Muda

(Sumber: Loekitodisastro, Soetikno.1991. Pendidikan Palang Merah Remaja Madya. Jakarta: Markas Besar Palang Merah Indonesia)

1) Pengertian Generasi Muda. Dalam pengertian umum Generasi Muda adala golongan manusia berusia muda. Akan tetapi dalam hubungannya dengan dengna pembinaan Generasi Muda maka pengertian Generasi Muda dapat ditinjau dari berbagai segi:

a)      Segi Bilogis:

Ø  Bayi:0-1 tahun.

Ø  Anak: 1-12 tahun.

Ø  Puber:12-15 tahun.

Ø  Pemuda: 15-21 tahun.

Ø  Dewasa: 21 tahun ke atas.


b)      Segi budaya atau fungsionalnya:

Ø  Anak: 0-12 tahun.

Ø  Remaja: 13-18 (21) tahun.

Ø  Dewasa: 18 (21) tahun ketas.


c)       Segi kekaryaan: tenaga muda:18-22 tahun.

d)      Segi ideologis politis: Generasi Muda: 18-30 tahun.

Dari berbagai batasan umur di atas maka dalam rangka pembinaan Generasi Muda, pengeritan Generasi muda adalah manusia yang berumur 0-30 tahun.

2) Perlunya Pembinaan Generasi Muda. Generasi Muda merupakan generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya, pada saat nanti. Karena proses alam maka Generasi Muda itu pun akan menjadi generasi tua pada saatnya nanti akan diganti oleh generasi berikutnya. Dengan cara ini maka kelangsungan hidup suatu masyarakat atau bangsa dapat lestari. Sesuai dengan perkembangan jaman, tugas dan masalah yang dihadapi semakin kompleks. Oleh karena itu sudah sewajarnya Generasi Muda sebagai generasi penerus ini juga disipakan secara baik agar dapat menerima tugas itu dengan baik pula. Dengan perkataan lain perlu ada pembinaan bagi Generasi Muda. Pembinaan Generasi Muda dilakukan antara lain dengan upaya sebagai berikut:

Ø  Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ø  Menanamkan dan menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Ø  Mempertebal idealism, patriotisme dan harga diri.

Ø  Memperkokoh kepribadian dan disiplin.

Ø  Mempertinggi budi pekerti.

Ø  Memupuk kesegaran jasmani dan daya kreasi.

Ø  Mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, ilmu, ketrampilan, semangat kerja keras dan kepeloporan.

Ø  Mendorong partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam pembangunan.

Pembinaan dan pengembangan Generasi Muda diarahkan untuk membentuk pemuda Indonesia menjadi kader bangsa yang tangguh dan memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh. Juga diupayakan sebagai usaha mengatasi tantangan pembangunan khususnya masalah lapangan kerja.

3) Peranan Generasi Muda. Generasi Muda sebagai Subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal, kemampuan dan landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan berbagai masalah. Sebagai generasi muda memiliki potensi yang dapat mendorong laju pembangunan dan telah terbukti juga dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Potensi tersebut antara lain:

Ø  Idealisme dan daya kritis yang tinggi sehingga dapat melihat kekurangan yang ada dan mampu memukan gagasan baru.

Ø  Dinamis dan kreatif yakni mampu mengadakan perubahan, pembaharuan dan penyempurnaan atas kekurangan yang ada.

Ø  Berani mengambil resiko.

Ø  Optimis dan bersemangat untuk lebih maju lagi.

Ø  Mandiri dalam sikap dan tindakannya dan memiliki kesadaran untuk disiplin.

Ø  Terdirik, Generasi Muda sekarang relative lebih terdidik daripada generasi sebelumnya.

Ø  Fisik kuat dan jumlahnya banyak.

Ø  Memiliki sikap ksatria sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat.

Ø  Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi.

Potensi yang demikian itu perlu dipupuk dan dikembangkan terus agar Generasi Muda dapat terus berperan sebagai motor penggerak pembangunan ini.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Youths Development

(Source: Loekitodisastro, Soetikno.1991. Red Cross Youth Education Associate. Jakarta: Indonesian Red Cross Headquarters)

1) Understanding the Younger Generation. In a general sense Youths adala class young man. However, in conjunction with coaching dengna Youths Youths then understanding can be viewed from various aspects:

a) biological aspect:

 Infant :0-1 year.

 Children: 1-12 years.

 Puberty :12-15 years.

 Youth: 15-21 years.

 Adults: 21 years and over.


b) cultural or functional aspect:

 Children: 0-12 years.

 Teens: 13-18 (21) years.

 Adults: 18 (21) years ketas.


c) Aspects workmanship: young workers :18-22.

d) political ideological aspect: Youths: 18-30 years.

Of various age restriction above, in order to develop the Young Generation, Young pengeritan is man aged 0-30 years.

2) The need for Youths Development. Youths are the next generation who will replace the previous generation, the next time. Due to the natural processes that Youths will be an older generation will eventually be replaced by the next generation. In this way the survival of a society or a nation be sustained. In keeping with the changing times, tasks and issues facing increasingly complex. Therefore, it is natural Youths as the next generation is also well was prepared to accept the job well too. In other words, there needs to be training for the Younger Generation. Youths Development, among others by the following efforts:

 Increase devotion to God Almighty.

 Cultivating and growing awareness of the state and nation.

 The strengthening of idealism, patriotism and self-esteem.

 Strengthening personality and discipline.

 Enhanced manners.

 Cultivate physical fitness and creativity.

 Develop self-reliance, leadership, knowledge, skill, hard work and a pioneering spirit.

 Encourage participation in the life of nation and state in development.

Coaching and development Youths Indonesia aimed to establish a cadre of young people who have a strong and broad concept of nationalism and intact. Were sought in an effort to overcome the challenges of development, especially the problem of employment.

3) Role of Young Generation. Youths as the subject of coaching and development are those that already have the provision, and the ability to be self-sustaining basis in solving various problems. As the younger generation has the potential to push the pace of development and has been shown also in the struggle and defend freedom. The potential include:

 critical idealism and high power so that they can see the deficiencies and be able Memucan new ideas.

 Dynamic and creative that is able to make changes, updates and improvements over the existing deficiencies.

 Dare to take risks.

 Optimistic and eager for more advanced.

 Independent in attitude and action and awareness to discipline.

 Terdirik, Youths are now relatively more educated than previous generations.

 Physical powerful and numerous.

 Having chivalry as a defender and upholder of truth and justice for the people.

 Ability mastery of science and technology.

Such potential should continue to be nurtured and developed Youths can continue to act as a driving force of development.


0 comments:

Post a Comment