Bidang Kesehatan di Timor Timur ketika berintegrasi dengan Indonesia/Health Sector in East Timor as integrate with Indonesia FOR GENERAL HISTORY


Bidang Kesehatan di Timor Timur ketika berintegrasi dengan Indonesia

(Sumber:  Sardjono, V.1977. Kembalinya Saudara yang Hilang. Jakarta: PT Sahid & Co Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.)

                Rendahnya pengetahuan sebagai akibat kurangnya pendidikan ditambah lagi rendahnya status atau kedudukan mereka dalam social ekonomi mengakibatkan merosotnya tingkat kesehatan penduduk Timor Timur terutama penduduk pribuminya. Rendahnya pengetahuan mengakibatkan rakyat Timor Timur menyerah kepada lingkungan alamnya. Karena lingkungan alamnya kurang subur, maka hasil produksi pertaniannya kurang memenuhi kebutuhan sehingga mutu gizi makanan bagi penduduk sangat rendah. Akibatnya kesehatan penduduk menurun menyebabkan kondisi badannya menjadi lemah mudah diserang penyakit. Penyakit yang biasa menyerang penduduk akibat hal tersebut di atas adalah penyakit busung lapar, biri-biri, TBC, sakit kulit dan malaria.

                Factor lain yang menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan penduduk adalah kurangnya perhatian atau penduduk terhadap syarat kesehatan. Sebagai contoh rakyat Timor Timur itu jarang sekali mandi. Hal ini disebabkan karena kurangnya air atau karena Portugis dulu melarangnya atau mendidik untuk malas mandi atau sebab lain.

                Setelah Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia menjadi provinsi ke 27 usaha Pemerintah Provinsi Timor Timur di bidang kesehatan masyarakat adalah mendirikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di tiap kabupaten guna melayani penduduk. Di samping itu menghidupkan kembali Rumah Sakit yang telah ada seperti di Dili dan Baucau. Selanjutnya mendatangkan Palang Merah Indonesia (PMI) guna membantu meningkatkan kesehatan masyarakat di sana. Usaha Pemerintah Provinsi Timor Timur ini berhasil baik karena ternyata Palang Merah Indonesia telah bekerja aktif di sana, dengan mengambil Markas Besar di sebelah barat Toko Lay di sebelah barat Gubernuran, di kota Dili.

                Dengan Markas Besar di Dili itu Palang Merah Indonesia (PMI) membuka cabangnya di seluruh kabupaten di Timor Timur, lengkap dengan dokter dan peralatan yang ada. Usaha pokok yang dikerjakan Palang Merah Indonesia (PMI) di Timor Timur adalah:

1)  Memberikan pertolongan pertama di bidang pengobatan.

2) Memberikan pakaian.

3) Memberikan makanan berupa susu dan beras untuk beras tiap orang 400 gram sehari.

4) Memberikan sabun mandi dan cuci.

Di samping memberikan pertolongan pertama, Palang Merah Indonesia juga mendidik pemuda pemudi Timor Timur untuk menjadi Perintis Palang Merah Indonesia (Palang Merah Remaja) di Timor Timur.

                Di samping usaha Pemerintah Provinsi Timor Timur tersebut di atas maka guna meningkatkan kesehatan masyarakat Timor TImur, Kes Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Kes ABRI) yang mendapat tugas di sana juga turut membantu di bidang pengobatan dengan tanpa dipungut biaya.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Health Sector in East Timor as integrate with Indonesia
(Source: Sardjono, V.1977. Brothers Return of the Prodigal. Jakarta: PT Sahid & Co. Ministry of Education and Culture.)
Lack of knowledge as a result of lack of education plus low status or their position in the social economy resulted in the decline of the health of the population of East Timor, especially the indigenous population. Lack of knowledge resulted in the people of East Timor to surrender to the natural environment. Because of the natural environment is less fertile, the results do not meet the needs of agricultural production so that the nutritional quality of food for the population is very low. As a result of population health decline caused his condition to be weak vulnerable to disease. The disease is common among the population due to the above is a disease of malnutrition, beri-beri, tuberculosis, malaria and skin pain.
Another factor that causes low levels of population health is the lack of attention to the condition or health of the population. For example, the East Timorese people rarely bathe. It is caused due to lack of water or because the Portuguese first forbade or educating for a lazy bath or other reasons.
After East Timor's integration with Indonesia became the 27th province of the Provincial Government of East Timor's efforts in the field of public health is to establish community health center (PHC) in each district in order to serve the population. Besides reviving the existing hospital as in Dili and Baucau. Further bringing the Indonesian Red Cross (PMI) to help improve the health of the people there. Provincial Government of East Timor effort was successful because it was the Indonesian Red Cross has been actively working there, taking Headquarters in west Stores Lay the west governorate, in the city of Dili.
With Headquarters in Dili that the Indonesian Red Cross (PMI) to open branches in all districts of East Timor, complete with doctors and equipment. Core business is done the Indonesian Red Cross (PMI) in East Timor are:
1) Provide first aid in the field of medicine.
2) Provide clothes.
3) Provide foods such as milk and rice for the 400 grams of rice per day.
4) Provide soap and laundry.
In addition to providing first aid, Red Cross Indonesia also educate young men and women of East Timor to become Pioneers Indonesian Red Cross (Red Cross Youth) in East Timor.
In addition to the efforts of the Government of East Timor mentioned above, in order to improve public health EAST Timor, Kes the Indonesian Armed Forces (ABRI Kes) is in charge there also helps in the treatment with no charge.


0 comments:

Post a Comment