Pembangunan Timor Leste ketika Berintegrasi dengan Indonesia/Development of East Timor when Integrates with Indonesia FOR GENERAL HISTORY


Pembangunan Timor Leste ketika Berintegrasi dengan Indonesia

(Sumber:  Sardjono, V.1977. Kembalinya Saudara yang Hilang. Jakarta: PT Sahid & Co Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.)

                Melihat bekasnya pada akhir penjajahannya, Portugis ingin membangun Timor Timur. Apakah itu untuk kepentingan Timor Timur ataukah untuk Portugis sendiri? Inilah merupakan pertanyaan yang susah dijawabnya. Tetapi yang jelas, setelah Portugis pergi banyak beberapa tempat di Timor Timur sedang atau setengah jalan dalam pembangunan. Banyak jembatan baru yang setengah jalan di kerjakan lengkap dengan peralatan yang masih tinggal di situ, seperti alat pengaduk labur, traktor, buldoser dan sebagainya. Tempat yang sedang dibangun di sekitar kota Dili saja sebagai berikut: Lapngan terbang Comoro (Lapangan terbang baru yang letaknya di sebelah barat lapangan terbang yang lama yang letaknya kurang lebih 6 km dari kota Dili). Kemudian jembatan di sebelah selatan kampung Moro. Di kota Dili sedang dibangun Hotel bertingkat yang kira-kira 75% selesai. Di bagian barat Timor Timur terdapat traktor-traktor baru yang diperkirakan untuk membuka persawahan baru. Demikian juga di bagian tengah seperti di Betano terdapat dua traktor baru yang hanya kembes bannya saja. Demikian pula di bagian timur Timor Timur.

                Usaha Portugis untuk mengembalikan kepercayaan rakyat ini sia-sia belaka karena rakyat sudah tidak percaya lagi sehingga ketika di Portugal timbul pergolakan, kesempatan ini dipergunakan oleh rakyat Timor Timur untuk merebut kekuasaan. Perkembangan sejarah di Timor Timur berjalan demikian lajunya dan akhirnya Timor Timur berintegarasi dengan Indonesia.

                Setelah berintegrasi dengan Indonesia dan menjadi Provinsi ke 27 usaha di bidang pembangunan mulai digiatkan. Usaha pertama adalah restorasi terhadap bangunan yang rusak akibat perang saudara, kemudian jalan yang rusak dan mengaspal jalan yang belum diaspal terutama di kota Dili. Juga pembangunan lapangan baru Comoro dan sebagainya.

                Hal tidak kalah pentingya adalah usaha di bidang pembangunan pendidikan.

                Di bidang usaha membangun pertanian pun sedang diusahakan misalnya usaha  di bidang pembukaan persawahan baru di:

                1) Batugade telah dibuka persawahan seluas 30 hektar dan lading 7,5 hektar.

                2) Balibo telah dibuka persawahan seluas 43 hektar dan lading 18 hektar.

                Guna membantu rakyat dalam usaha membuka persawahan di lapangan pertanian ini, Pemerintah Pusat di Jakarta telah mengirimkan alat pertanian kepada Pemerintah Provinsi Timor Timur.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Development of East Timor when Integrates with Indonesia
(Source: Sardjono, V.1977. Brothers Return of the Prodigal. Jakarta: PT Sahid & Co. Ministry of Education and Culture.)
See the mark on the end of the occupation, the Portuguese want to build East Timor. Is it for the benefit of East Timor or to the Portuguese themselves? This is a difficult question to answer. But clearly, after the Portuguese left many places in East Timor was half way or in development. Many new bridge halfway done complete with equipment that is still living there, such as stirrer labur, tractors, bulldozers and so on. The place is being built around the city of Dili, as follows: Lapngan fly Comoro (new airfield located to the west of the old airfield that is located approximately 6 km from the city of Dili). Then the bridge to the south of the village Moro. In the city of Dili was built multi-storey hotel that is approximately 75% complete.In the western part of East Timor there are new tractors are expected to open new rice fields. Similarly, in the middle like in Betano there are only two new tractor tires kembes only. Similarly, in the eastern part of East Timor.
Portuguese efforts to restore the people's confidence is futile because people do not believe anymore that when in Portugal arise upheaval, the opportunity was used by the people of East Timor to seize power. Historical developments in East Timor as its speed and finally running East Timor with Indonesia berintegarasi.
After integration with Indonesia and became the province of the 27 companies in the construction began intensified. The first attempt was the restoration of buildings damaged by the civil war, and damaged roads and paved roads were not paved, especially in the city of Dili. Also the development of new fields Comoro and so on.
It is no less importance is the development efforts in the field of education.
In the field of agricultural development efforts were being cultivated in the areas of business such as opening new rice:
1) Batugade has opened 30 acres of rice fields and 7.5 hectares of lading.
2) Balibo opened paddy lading covering 43 hectares and 18 hectares.
To help people in an attempt to open these fields in the field of agriculture, the central government in Jakarta has sent farm equipment to the Provincial Government of East Timor.


0 comments:

Post a Comment