Kesejahteraan Masyarakat/ Welfare FOR GENERAL RED CROSS


Kesejahteraan Masyarakat

(Sumber: Loekitodisastro, Soetikno.1991. Pendidikan Palang Merah Remaja Madya. Jakarta: Markas Besar Palang Merah Indonesia)

A) Pengertian Kesejahteraan Masyarakat (KM). Kesejahteraan Masyarakat adalah upaya yang ditujuan untuk:

a) Mengembangkan kemampuan yang ada dari warga masyarakat untuk menjadikan sesamanya lebih mampu mengatur persoalan kesejahteraannya dan ikut serta dalam memberikan sumbangan bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negaranya melalui proses pembangunan.

b) menciptakan lingkup hidup kehidupan dan suasana keakraban masyarakat yang lebih sehat lahir dan batin.

B) Ruang Lingkup Kesejahteraan masyarakat (KM), antara lain:

Ø  Meningkatkan derajat kesehatan,

Ø  Meningkatkan status gizi,

Ø  Meningkatkan kebersihan lingkungan dan penyediaan serta penggunaan air bersih,

Ø  Meningkatkan pelayanan sosial seperti peningkatan ketrampilan, pengetahuan, pendidikan serta penyantunan kepada penyandang gangguan sosial tertentu.

Ø  Meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan khususnya bagi kelompok berpenghasilan paling rendah,

Ø  Meningkatkan kerukunan antar umat beragama melalui pembinaan kehidupan beragama.

Sesuai dengan kondisi Palang Merah Remaja Madya maka lingkup kegiatan Kesejahteraan Masyarakat yang dapat dilakasanakan oleh Palang Merah Remaja dibatasi pada: meningkatkan status gizi, meningkatkan kebersihan lingkungan dan penyediaan serta penggunaan air bersih.

C) Peranan Palang Merah Remaja dalam Kesejahteraan Masyarakat

Ø  Meningkatkan status gizi keluarga. Peningkatan gizi keluarga dilaksanakan oleh keluarga bersama masyarakat dengan bimbingan petugas. Usaha peningkatan Gizi Keluarga (UPGK) merupakan kegiatan dari pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan. Oleh karena itu Usaha Peningkatan Gizi Keluarga (UPGK) perlu dikembangkan di seluruh desa. Palang Merah Madya sebagai anggota keluarga dapat berperan membantu petugas atau memotivasi keluarga atau masyarakat dalam meningkatkan gizi keluarga antara lain kegiatan:

1) Penimbangan bulanan balita. Anak yang diberi cukup makanan yang bergizi maka ia akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Setiap anak Balita naik “B”. “B” nya tiap bulan. Anak berumur 36 bulan berat badannya paling sedikit 11,5 kilogram. Bila dijumpai pada pencatatan penimbangan berat badan terus menurun maka harus dibawa pada fasilitas kesehatan terdekat misalnya: Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) dan Rumah Sakit.

2) Pemanfaatan tanaman pekarangan. Setiap pekarangan dimanfaatkan untuk peningkatan gizi keuarga dengan cara ditanami buahan atau sayuran.

3) Penyuluhan gizi. Membantu kader atau petugas  untuk memasyarakatkan menu seimbang baik di lingkungan keluarga sendiri maupun di masyarakat.

4) Pemberian makanan tambahan. Tujuan pemberian makanan tambahan adalah untuk mendemonstrasikan ibu-ibu mengenai cara menyiapkan makanan yang sehat yang diberikan kepada semua anak Balita yang ditimbang.

5) Pemberian paket pertolongan gizi (kapsul vitamin A, Tablet tambah darah, larutan gula garam). Paket diberikan kepada sasaran atas dasar indikasi yang tepat berdasarkan catatan kartu KMS. Setiap ibu hamil diberikan tablet tambah darah mulai kehamilan enam bulan.

6) Pencatatan dan pelaporan kegiatan. Pencatatan dan pelaporan di Posyandu dilaksanakan sesuai dengan pencatatan dan pelaporan: Keluarga Berencana (KB), Gizi, Imunisasi, Diaera, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

7) Rujukan pelayanan kesehatan.


Ø  Meningkatkan kebersihan lingkungan dan penyediaan serta penggunaan air bersih. Usaha penting dalam mencegah penyakit melalui kesehatan atau kebersihan lingkungan antara lain meliputi: air minum, makanan, rumah dan halaman, pembuangan air kotor, Pembuangan kotoran manusia, kebersihan tempat umum (misalnya warung, toilet, halte bis dan sebagainya).

Air Minum

Air minum harus dimasak sampai mendidih. Tempat air minum itu sendiri harus sering dibersihkan. Sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan keluarga harus dijaga agar tidak kemasukan kuman penyakit. Usaha untuk menjaga agar air sumur bersih:

Ø  Jangan ada kakus di dekat sumur. Jarak antara kakus dan sumur setidaknya 10 meter.

Ø  Tepi sumur disemen dan diperi plester sekurang-kurangnya 1 meter di sekitar sumur.

Makanan

Seperti halnya air minum, makanan juga ditutup dengan baik, agar tidak di kotori debu atau dihinggapi lalat dan serangga lainnya. Hindari lalat dan serangga dari makanan dan minuman kita.

Rumah dan Halaman

Ø  Jendela. Pembuatan jendela dimaksudkan untuk memberi jalan untuk pergantian hawa (udara) dalam rumah,

Ø  Lubang hawa. Lubang hawa ini terutama dimaksud agar dalam rumah terjadi aliran udara,

Ø  Tempat sampah. Lubang sampah tempat kita mengumpulkan sampah harus dirawat. Ada pun cara merawatnya yakni: secara teratur sampahnya dibakar, setiap dua atau tiga hari sampah yang ada di lubang ditimbun dengan tanah secukupnya.

Ø  Bangunan atau konstruksi rumah. Seorang yang akan membuat rumah baru sebaiknya tidak menghabiskan halaman atau tanah yang tersedia. Kalau hal ini tidak diperhatikan maka akan mengalami kesulitan dalam meletakkan kakus, sumur dan tempat pembuangan kotoran yang memenuhi syarat kesehatan.

Ø  Kandang ternak. Kandang ternak seharusnya di luar dan terpisah dari tempat tinggal.


Pembuangan air kotor (air cucian atau air mandi). Air buangan dari dapur atau kamar mandi sebaiknya dialirkan ke lubang pembuangan air. Genangan air dapat menjadi sarang nyamuk oleh karena itu jagalah jangan ada genangan air di halaman kita.

Pembuangan kotoran manusia. Buang air besar dan buang air kecil hendaknya dilakukan di kakus. Dengan demikian kalau terdapat kuman penyakit dalam kotoran kita tidak akan menyebar ke tempat lain. Macam kakus adalah:

Ø  Jumbleng. Lubang yang dibuat dalamnya tidak kurang dari dua meter. Kakus jenis ini murah dan cocok bila air sukar di dapat.

Ø  Kakus Leher angsa. Dalam kakus leher angsa akan selalu tersisa air yang menutup lubang kakus karena tidak perlu ditutup. Harga kakus leher angsa tidak mahal dan dapat dibuat sendiri. Kakus jenis ini kurang sesuai di daerah yang sukar air.

Ø  Septik tank. Ini bentuk yang paling baik. Di sini pembuangan kotoran di kumpulkan dalam lubang yang dilapisi semen.

Kebersihan tempat Umum. Tempat umum dapat menjadi tempat penularan penyakit yang baik namun sering tidak diperhatikan. Beberapa penyakit sering kumannya berada dalam tubuh seseorang tanpa menyebabkan sakit pada orang tersebut (misalnya typhus). Orang ini tetap mengeluarkan kuman penyakit dari badannya. Bila orang seperti ini menjadi penjual makanan maka ia akan menyebabkan penyebaran kuman penyakit pada pembeli di warungnya.


IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Welfare

(Source: Loekitodisastro, Soetikno.1991. Red Cross Youth Education Associate. Jakarta: Indonesian Red Cross Headquarters)

A) Definition of Public Welfare (KM). Welfare is a directed effort to:

a) Develop the existing capabilities of citizens to make others better able to manage their welfare issues and participate in contributing to the advancement of the community, the nation and the country through the development process.

b) create a sphere of life intimacy of life and a healthier society and unseen.

B) Scope of public welfare (KM), among others:

 Improving the health,

 Improving the nutritional status,

 Improving environmental hygiene and the provision and use of clean water,

 Increase social services such as increased skills, knowledge, education and Sponsorship for persons with certain social disorders.

 Increase employment and income, especially for the low-income groups,

 Improving inter-religious harmony through the development of religious life.

In accordance with the conditions of the Red Cross Youth Madya the scope of activities that can dilakasanakan Welfare by the Red Cross Youth restricted to: improve the nutritional status, improving sanitation and clean water supply and use.

C) The role of the Red Cross Youth in Community Welfare

 Improving the nutritional status of the family. Family nutrition carried out by the family with the community with the guidance officer. Efforts to increase Family Nutrition (UPGK) is an activity of development to increase prosperity. Therefore Enterprises Family Nutrition Improvement (UPGK) needs to be developed throughout the village. Red Cross as an Associate member of the family can play to help motivate officers or families or communities to improve family nutrition among other activities:

1) Weighing monthly toddlers. Children are given adequate nutritious foods then it will grow into a healthy child. Each child toddler ride "B". "B" her each month. Children aged 36 months her weight at least 11.5 kilograms. When encountered in recording weighing declining then it should be brought to the nearest health facility such as: Community Health Centers (HEALTH) and Hospital.

2) Utilization of plants. Each yard used to improve nutrition keuarga planted by fruit or vegetables.

3) nutritional counseling. Helping volunteers or staff to promote a balanced diet both within their own families and in the community.

4) Provision of supplementary food. Purpose of supplementary feeding is to demonstrate the mothers on how to prepare healthy food that is given to all children who weighed Toddlers.

5) The relief package of nutrients (vitamin A capsules, tablets added blood, sugar salt solution). Package given to the target on the basis of precise indications based KMS card records. Every expectant mother is given a tablet plus blood began six months of pregnancy.

6) Recording and reporting activities. Recording and reporting on IHC carried out in accordance with the recording and reporting: Family Planning (KB), Nutrition, Immunization, Diaera, Maternal and Child Health (MCH).

7) Referral services.


 Improving sanitation and clean water supply and use. Effort is important in preventing disease through health or environmental hygiene include: drinking water, food, home and yard, sewage, human waste disposal, cleaning public places (such as cafes, toilets, bus shelters, etc.).

Drinking water

Drinking water should be boiled. Drinking water itself should be cleaned frequently. Wells as a source of water for the needs of the family must be maintained to avoid intruding germs. Efforts to keep the well water clean:

 Do not have an outhouse at the well. The distance between the latrines and wells at least 10 meters.

 Bank cemented wells and diperi plaster at least 1 meter around the well.

Food

As well as drinking water, food is also sealed, so as not kotori dust or flies and other insects. Avoid the flies and insects from the food and drink we.

Home and Home

 Window. Making a window meant to give way to the turn of the air (air) inside the house,

 air hole. Air holes is primarily intended to be in the house in the flow of air,

 bins. Rubbish pit where we collect waste should be treated. There are also ways to take care that: burned the trash regularly, every two or three days of garbage in the hole backfilled with soil sufficiently.

 The building or home construction. A person who will make the new home page or should not spend the available land. If this is not addressed it will have difficulty in putting latrines, wells and latrines that meet the health requirements.

 livestock enclosure. Cattle shed should be outside and separate from the residence.


Sewage (water washing or water bath). Waste water from the kitchen or bathroom should be poured into the drain. Stagnant water can become mosquito breeding therefore do not keep a pool of water in our yard.

Disposal of human waste. Defecation and urination should be done in an outhouse. Thus, if there are germs in the dirt we would not spread to other places. Kinds of latrines are:

 Jumbleng. Hole made it no less than two meters. This type of cheap latrines and suitable when hard water in the can.

 Outhouse Swan Neck. In the outhouse goose neck water will always remain close pit latrines because there needs to be closed. Price outhouse goose neck is not expensive and can make your own. Outhouse type is less suitable in hard water areas.

 Septic tank. This form is best. Here's sewage collected in the holes coated with cement.

General cleanliness of the place. Public places can be a good transmission of the disease, but often overlooked. Some diseases are often the bacteria are in the body without causing illness in people (such as typhus). This person still emits germs from the body. When people like this to be a food vendor it will lead to the spread of germs on the buyer in his stall.

0 comments:

Post a Comment