Arti Tanaman Padi, Asal Tanaman Padi, dan Padi dalam Bidang Ekonomi/Rice Meaning, Origin Rice, and Rice in Economics FOR GENERAL GEOGRAPHY


Arti Tanaman Padi, Asal Tanaman Padi, dan Padi dalam Bidang Ekonomi

(Sumber: Hardjodinomo, Soekirno. 1970. Bertanam Padi. Bandung: Penerbit Binacipta.)

A) Arti Tanaman Padi. Dari tanaman semusim yang ditanam oleh bangsa Indonesia, tanaman padi termasuk yang terpenting. Terutama bagi petani merupakan penghasilan yang utama. Bila suatu musim hasil padi merosot, rusak karena hama, bencana alam, bukan petani saja yang menderita, tapi seluruh masyarakat merasakannya. Sebaliknya, bila tanaman padi hasilnya baik maka tentramlah kehidupan padi. Padi merupakan makanan pokok bangsa Indonesia.

                Padi memang sesuai untuk Negara Indonesia, karena:

1) Padi menghendaki iklim tropic atau subtropik dan Indonesia beriklim tropic.

2) Untuk tumbuhnya padi memerlukan banyak air dan di Negara Indonesia berlimpah.

3) Tanah Indonesia pada umumnya subur.

4) Mudah ditanam, baik di sawah maupun di ladang.

5) Tahan lama disimpan.

                Padi menghasilkan bahan makanan yang enak rasanya dan gizi yang tinggi sehingga disukai bangsa di seluruh dunia. Oleh karena itu padi menjadi perdagangan dunia.

B) Asal Tanaman Padi. Menurut penyelidikan para sarjana asal tanaman padi adalah dari daerah Benggala sebelah utara, yang mana di sana paling banyak varietas atau jenis padi yang ditanam maupun yang liar.

                Dahulu orang meyangka bahwa padi berasal dari Hindia Muka. Menurut penyelidikan yang terakhir padi yang masyarakat Indonesia tanam sekarang (Orizasativa L) adalah hasil perkawinan silang antara padi yang berlangsung berabad-abad.

C)Arti Tanaman Padi dalam bidang Ekonomi. Selain Indonesia, yang menanam padi ialah: Jepang, Tiongkok, Vietnam, Muang Thai, Birma, India, Mesir, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Brazil, Filipina dan Australia.

Produksi beras di dunia sebagai berikut:

Negara (Country)
Berat: dalam juta ton beras (weight: in million tones of rice)
Luas tanah dalam Hektar (Land Area: Hectare)
Indonesia
13
18,4
India
48
15,1
Jepang (Japan)
16
67,1
Pakistan
14
16,1
Muang Thai
9
13,9
Birma
7
16,8
Malaysia
1
20,1
Spanyol

63,1
Italia (Italy)

54,6
Perancis (France)

40,6
Amerika Serikat (United States of Amerca/ USA)

38,2

Negara pengekspor beras ialah:

Negara (Country)
Berat: dalam juta ton beras (weight: in million tones of rice)
Birma
1,6
Muang Thai
1,4
Srilangka
0,5
Amerika Serika (United States of America/ USA)
1,0

Negara Pengimpor beras ialah


Negara (Country)
Berat: dalam juta ton beras (weight: in million tones of rice)
Indonesia
1,07
Malaysia
0,571
RRC (People’s Republic of China)
0,511
India
0,483
Hongkong
0,389

(Angka-angka ini diambil dari angka tahun 1963)

                Dari angka di atas ternyatalah bahwa produksi beras Indonesia termasuk banyak juga. Tetapi karena pertambahan jumlah penduduk yang sangat cepat, produksi beras dalam negeri tidak mencukupi. Oleh karena itu Indonesia terpaksa mengimpor beras dari luar negeri.

                Juga dari angka itu dapat ditarik kesimpulan bahwa beras adalah merupakan barang perdagangan yang sangat penting di dunia. Di Eropa badan yang mengurusi perdagangan beras iala E. E. C. (Europe Economic Community).

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Rice Meaning, Origin Rice, and Rice in Economics
(Source: Hardjodinomo, Soekirno., 1970. Planting Rice. York: Publisher Binacipta.)
A) Meaning Rice. Of the crops grown by the people of Indonesia, including the most important rice crop. Especially for farmers is the main income. When a season rice yields dropped, damaged by pests, natural disasters, not just farmers who are suffering, but the whole community feel. Conversely, if the results are good then the rice paddy tentramlah life. Rice is the staple food of Indonesia.
Rice is appropriate for the State of Indonesia, because:
1) Rice wants tropic or subtropical climate and a temperate tropical Indonesia.
2) The growing rice requires a lot of water and in the State of Indonesia is abundant.
3) Land of Indonesia in general fertile.
4) Easily grown, both in the fields and in the fields.
5) Durable saved.
Rice producing great-tasting food and nutrition high so favored nations around the world. Therefore the rice into world trade.
B) Origin of Rice. According to probe the origin of the rice plant are scholars of the region north Bengal, where there are the many varieties or types of rice planted and wild.
Formerly the meyangka that rice originated from the Indian face.According to a recent investigation of the Indonesian rice planting now (Orizasativa L) is the result of cross-breeding between the rice that lasted for centuries.
C) The meaning of Rice in Economics. Besides Indonesia, which is rice: Japan, China, Vietnam, Thailand, Burma, India, Egypt, Italy, Spain, United States, Brazil, the Philippines and Australia.
Production of rice in the world as follows:

Negara (Country)
Berat: dalam juta ton beras (weight: in million tones of rice)
Luas tanah dalam Hektar (Land Area: Hectare)
Indonesia
13
18,4
India
48
15,1
Jepang (Japan)
16
67,1
Pakistan
14
16,1
Muang Thai
9
13,9
Birma
7
16,8
Malaysia
1
20,1
Spanyol

63,1
Italia (Italy)

54,6
Perancis (France)

40,6
Amerika Serikat (United States of Amerca/ USA)

38,2

Rice-exporting countries were:
Negara (Country)
Berat: dalam juta ton beras (weight: in million tones of rice)
Birma
1,6
Muang Thai
1,4
Srilangka
0,5
Amerika Serika (United States of America/ USA)
1,0
Importing countries rice is

Negara (Country)
Berat: dalam juta ton beras (weight: in million tones of rice)
Indonesia
1,07
Malaysia
0,571
RRC (People’s Republic of China)
0,511
India
0,483
Hongkong
0,389

(These figures are taken from the number in 1963)
From the above figures that the production of rice Indonesia ternyatalah including a lot too. But because of the number of people very quickly, rice production in the country is inadequate. Therefore, Indonesia was forced to import rice from abroad.
Also from the figure it can be concluded that rice is a very important commodity in the world. In Europe, the agency in charge of the rice trade IALA E. E. C. (Europe Economic Community).

Tektonisme dan Dampaknya/Tektonisme and Effects FOR CLASS X GEOGRAPHY


Tektonisme dan Dampaknya

(Sumber: Sudibyakto, H. A. 2009. Geografi.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.)

a) Gerak Epirogenetik. Gerakan ini akan mengubah bentuk muka bumi dalam waktu yang sangat lambat hingga membutuhkan waktu lama. Efek gerakan ini meliputi wilayah yang sangat luas. Gerakan ini masih dibedakan lagi menjadi gerakan epirogenetik positif dan epirogenetik negative. Fenomena epirogenetik positif pernah terjadi di Kepulauan Maluku dan Banda. Sedangkan fenomena epirogenetik negative pernah terjadi di Pulau Buton dan Timor.

b) Gerakan Orogenetik. Berkebalikan dengan gerakan epirogenetik, gerakan orogenetik berlangsung singkat dan meliputi wilayah yang sempit. Gerak ini berpengaruh besar terhadap terbentuk pegunungan, patahan, retakan, dan lipatan.

1) Lipatan. Terjadi lipatan disebabkan oleh gerakan dari dalam bumi akibat tekanan yang besar dan temperature yang tinggi sehingga menjadikan sifat batuan yang menjadi cair liat atau plastis. Keplastisannya ini membuat batuan tersebut akan terlipat apabila ada dorongan tenaga tektonik. Lipatan lapisan bumi ini akan membentuk pegunungan yang punggungnya disebut antiklinal dan wilayah lembahnya di sebut sinklinal. Perbedaan tingkat keplastisan dan kekuatan tenaga tektonik menjadi batuan terlipat dalam berbagai bentuk.

Ø  Lipatan tegak. Dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dua sisi dengan seimbang.

Ø  Lipatan miring. Ketika kekuatan tenaga pendorong di salah satunya sisi lebih kuat maka akan menghasilkan kenampakan yang salah satu sisinya lebih curam.

Ø  Overfold. Saat tekanan bekerja pada salah satu sisi dengan lebih kuat, sisi tersebut akan terlipat sesuai arah lipatan.

Ø  Lipatan recumbent fold. Terbentuk pada saat lipatan yang satu menekan sisi yang lain menyebabkan sumbu lipat hampir datar.

Ø  Lipatan overthrust. Terbentuk ketika tenaga tekan menekan satu sisi dengan kuatnya hingga menyebabkan lipatan menjadi retak.

Ø  Nappe. Terbentuk setelah lipatan overthrust rusak sepanjang garis retakan.

Dalam perkembangan, wilayah sinklinal maupun antiklinal mengalami proses perombakan oleh tenaga yang berasal dari luar bumi. Contohnya, wilayah sinklinal mengalami perombakan sampai membentuk rangkaian pegunungan dan lembah berselang seling yang selanjutnya disebut sinklinorium. Begitu pula dengan antiklinal yang terombak hingga terbentuk rangkaian pegunungan dan lembah yang selanjutnya disebut antiklinorium.

2) Patahan. Patahan yang terjadi ketika kulit Bumi yang bersifat padat dank eras mengalami retak atau patah pada saat terjadi gerakan orogenesa. Pada patahan, massa batuan mengalami pergeseran titik atau tempat yang semula bertampalan (kontak) kemudian berpindah lokasi (dislocated/ displaced), gerakan ini menimbulkan terjadinya patahan dengan gaya tekan (compression) dan gaya renggang (tension). Ekspresi topografi dari adanya patahan sangat beraneka ragam, antara lain gawir sesar, triangle facet, lembah besar, fault, rift, graben, horst, dan basin (cekungan structural). Pada perkembangannya, kenampakan ini mengalami perubahan akibat tenaga endogen. Ciri adanya patahan dapat kamu kenali dari adanya perbedaan ketinggian yang mencolok. Di Indonesia beberapa patahan dapat kita jumpai di Semangko, Sumatera dan Piyungan, Yogyakarta.

c) Dampak Tektonisme.

                Dinamika bumi oleh tenaga tektonisme akan memberi dampak pada banyak hal.dampak nyata dapat langsung dilihat pada muka bumi yang terpengaruh secara langsung. Pergeseran kerak bumi mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen. Lebih lanjut terjadinya tekanan, regangan dan deformasi pada kerak bumi (pengangkatan, ambelesan, retakan, patahan, serta lipatan) didukung dengan adanya gaya gravitasi bumi akan menimbulkan terjadinya erosi, longsoran dan sedimentasi. Dari proses yang terjadi ini dapat menimbulkan bencana alam yang mengakibatkan kerugian materiil, harta benda, dan nyawa.

                Beberapa dampak di atas digolongkan sebagai dampak negative. Ada juga dampak positif yang ditimbulkannya meskipun terkadang banyak orang tidak menyadari. Kantong minyak dan gas alam banyak ditemukan di lipatan dan sesar batuan yang kondisinya memenuhi syarat. Salah satunya terdapat di sisi utara maupun selatan rangkaian pegunungan yang melintasi Pulau Jawa.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Tektonisme and Effects
(Source: Sudibyakto, HA 2009. Geografi.Jakarta: Ministry of Education.)
a) Motion Epirogenetik. This movement will change the shape of the earth in a very slow to take a long time. The effect of this movement covers a very wide area. This movement is still divided again into motion epirogenetik positive and negative epirogenetik.Epirogenetik positive phenomenon happened in the Maluku Islands and Banda. While epirogenetik negative phenomena have occurred on the island of Buton and East.
b) Movement Orogenetik. Contrary to epirogenetik movement, movement orogenetik short and covers a narrow area. The motion is a major effect formed mountains, faults, cracks and folds.
1) Fold. Crease occurs due to the motion of the earth due to great pressure and high temperature properties of the rocks making a liquid clay or plastic. Keplastisannya makes these rocks will fold if there is a push tectonic force. Folds earth layer will form the back called antiklinal mountains and valley regions called sinklinal. The difference in the level of plasticity and strength of a rock folded tectonic energy in various forms.
 Folds upright. Produced from the same forces that drive the two sides of the balance.
 oblique folds. When the propulsion force on one side of the more powerful it will result in the appearance of one of its sides steeper.
 Overfold. When the pressure of working on one side with a more powerful, that side will be folded in the direction of the folds.
 fold Recumbent fold. Crease formed when one presses the other causes axis folding virtually flat.
 Folds Overthrust. Formed when power press push one side of the crease to be strong enough to cause cracking.
 Nappe. Formed after folds Overthrust broken along the crack line.
In the development, the region and antiklinal sinklinal undergo reshuffle personnel from outside the earth. For example, the area sinklinal been recast to form a series of ridges and valleys alternate, hereinafter referred sinklinorium. Similarly, the terombak antiklinal to form a series of ridges and valleys, hereinafter referred antiklinorium.
2) Fault. Fracture that occurs when the skin of the Earth are solid dank eras fractured or broken in the event of movement orogenesa.At fracture, the rock mass shift point or place of the original bertampalan (contact) then relocates (dislocated / displaced), the movement raises the fracture with compressive force (compression) and loose style (tension). Topographic expression of the fault is very diverse, including fault escarpment, triangle facet, large valleys, fault, rift, graben, horst and basin (structural basin). In development, this appearance changes due to endogenous energy.Characteristics of the fault can you identify from the height difference is striking. In Indonesia, some faults can be encountered in Semangko, Piyungan Sumatra and Yogyakarta.
c) Impact Tektonisme.
Dynamics of the Earth by the force tektonisme will impact on many real hal.dampak can be directly seen in the face of the earth who are directly affected. Encourage the shift of the earth's crust different kinds of mountains and sedimentary basins. Furthermore, the stress, strain and deformation in the crust of the earth (rapture, ambelesan, cracks, fractures, and folds) supported by the force of gravity will cause erosion, landslides and sedimentation. Of the processes that occur can cause natural disasters that resulted in material losses, property, and lives.
Some of the effects of the above listed negative impacts. There is also a positive impact although sometimes it causes a lot of people do not realize. Pockets of oil and natural gas are found in the rock folds and fault conditions are eligible. One is located on the north and south mountain range that crosses the island of Java.


Manfaat Kerak Bumi Litosfer/Benefits lithosphere of the Earth's crust FOR GENERAL GEOGRAPHY


 Manfaat Kerak Bumi Litosfer

(Sumber: Sudibyakto, H. A. 2009. Geografi.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.)

Secara garis besar, batuan penyusun kerak bumi, yaitu:

a) Batuan Beku. Batuan ini terbentuk karena magma yang mendingin dan menjadi keras. Batuan beku terjadi terutama di sepanjang tepi lempeng dan pada daerah paans yang menghasilkan magma.

b) Batuan Endapan (Sedimen). Batuaan endapan berasal dari batuan beku yang muncul di permukaan Bumi. Karena adanya tenaga angin dan air, batuan beku dirombak menjadi material yang lebih kecil kemudian diendapkan di dasar samudera. Di samudera, lama kelamaan endapan tersebut memadat dan menjadi batuan endapan.

c) Batuan Malihan (Metamorf). Batuan malihan terjadi karena adanya tekanan dan suhu yang tinggi. Sehingga memampatkan dan meremukkan batuan yang sudah ada sebelumnya, baik itu yang berupa batuan beku ataupun batuan endapan.

                Intan merupakan batuan yang paling keras dan sangat berharga. Batu intan terbentuk di dalam bumi pada kedalaman kurang lebih 150 km. karena terletak pada lapisan yang sangat dalam maka karbon sebagai bahan pembentuk intan, mendapatkan tekanan yang sangat kuat dan mendapat paans yang sangat tinggi hingga 1.650OC. Dengan adanya tekanan yang kuat dan panas yang tinggi inilah, karbon berubah menjadi Kristal intan yang sangat berharga.

                Lain halnya dengan minyak dan gas alam. Kedua komoditas ekspor yang bernilai ekonomis ini terbentuk karena adanya sisa plankton, ganggang dan makhluk lain yang mengendap di lantai samudera, kemudian tertutup oleh sedimen yang terangkut dan terendapkan di samudera. Sisa makhluk hidup ini lama kelamaan melapuk dan menjadi bahan bakar fosil serta gas alam yang dapat dimanfaatkan energinya.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Benefits lithosphere of the Earth's crust

(SourceSudibyaktoHA 2009. Geografi.JakartaMinistry of Education.)

Broadly speaking, the rocks making up the crust of the earth,namely:

a) Frozen rocksThese rocks formed by magma that cools andbecomes hard. Igneous rocks occur mainly along the edge of theplate and the area that produces magma paans.

bSediment rocks (sediments). Batuaan sediments derived fromigneous rocks that appear on the surface of the EarthBecause of the wind and waterigneous reformed into smaller material was then deposited on the ocean floorIn the ocean, the sedimentgradually solidified into rock and sediment.

cmetamorphic rocks (metamorphic). Metamorphic rocks is due to the high pressures and temperaturesThus compress and crushrocks that have been there before, either in the form of igneous orsedimentary rocks.

Diamonds are the hardest rock and very valuableDiamond stonesare formed in the earth at a depth of approximately 150 km.because it is located in a very deep layer of carbon as the materialforming the diamondget a very strong pressure and got a very highpaans to 1.650OCWith the intense pressure and high heat of this,the carbon turns into diamond crystals that are very valuable.

As with oil and natural gasBoth economically valuable export commodity is formed due to the rest of planktonalgae and other creatures that settles on the ocean floorthen covered by sedimenttransported and terendapkan in the oceanThe rest of the living creatures was gradually decaying and fossil fuels and natural gasenergy can be utilized.


Material Pembentuk Kerak Bumi pada litosfer/Material Forming the Earth's crust on the lithosphere FOR CLASS X GEOGRAPHY


Material Pembentuk Kerak Bumi pada litosfer

(Sumber: Sudibyakto, H. A. 2009. Geografi.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.)

                Kerak Bumi dapat dibedakan atas kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua selain lebih tebal juga lebih beragam dibandingkan kerak samudera. Material pembentuk kerak benua pada lapisan atas berupa batuan granit ringan sedangkan lapisan bawah terbentuk dari material batuan basal yang lebih rapat. Berdasarkan umur geologi, strata atau lapisan ini terbentuk dalam berbagai jaman dan melalui berbagai proses. Batuan yang paling tua ditemukan pada jaman prekambium. Batuan yang lebih muda terbentuk pada jaman ketika terjadi pembentukan pegunungan.

                Lapisan kerak samudera paling atas tersusun atas material sedimen yang tebalnya mencapai 800 meter. Kerak samudera mengalami pembaharuan terus menerus oleh kegiatan gunung api di sepanjang celah dasar laut. Celah dasar laut yang memanjang ini biasa disebut dengan pematang tengah samudera. Dilihat dari umur geologisnya, lapisan ini termasuk muda dengan umur kurang dari 200 juta tahun bila dibandingkan kerak benua yang berumur sampai 3,8 miliar tahun.

                Kerak benua menjulang lebih tinggi daripada kerak samudera. Hal ini disebabkan kerak benua yang tersusun oleh material granit yang ringan dan kerak samudera yang tersusun oleh batuan basal yang berat. Kerak benua berada rata 850 meter di atas permukaan laut sedangkan kerak samudera berada rata 3.800 meter di bawah permukaan laut. Akibat adanya gerusan oleh tenaga angin dan limpasan air hujan pada permukaan kerak terbentuk hamparan pasir, debu dan lumpur. Material ini kemudian hanyut terbawa aliran air ke laut dan membentuk lapisan sedimen di dasar samudera. Di bawah lapisan batuan sedimen ini terdapat lapisan batuan basal yang berupa lava bantal, retas vertical dan gabro berbutir kasar.


IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Material Forming the Earth's crust on the lithosphere

(Source: Sudibyakto, HA 2009. Geografi.Jakarta: Ministry of Education.)

Earth's crust can be distinguished on the continental crust and the oceanic crust. Thicker than continental crust is also more diverse than the oceanic crust. The material forming the upper layer of the continental crust in the form of lighter granitic rocks, while the bottom layer is formed from a material denser basalt rock. Based on the geological age, strata or layers are formed in different timesand through different processes. The oldest rocks found onprekambium era. Younger rocks formed at the time when the formation of mountains.

The top layer of the oceanic crust is composed of a thicksedimentary material reaches 800 meters. Oceanic crust undergocontinuous renewal by volcanic activity along the rift in the ocean floor. Slit lengthwise seabed is commonly called the bund the ocean. Judging from geological age, this layer include young age of less than 200 million years of continental crust compared to 3.8billion years old.

Continental crust is soaring higher than oceanic crust. This is due tothe continental crust is composed of granite material that is lightweight and oceanic crust composed of basalt rock heavy.Average continental crust is 850 meters above sea level while theoceanic crust is 3,800 meters below mean sea level. As a result ofscouring by wind power and rainwater runoff crust formed on the surface of the sand, dust and mud. This material is then carried away by the flow of water into the sea and form a layer of sedimenton the ocean floor. At the bottom layer there is a layer of sedimentary rock is basalt rock in the form of pillow lava, verticaldikes and coarse grained gabbro.